SAMARINDA: Wahyu Hernaningsih Seno resmi menakhodai kepengurusan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Kalimantan Timur periode 2025–2030 setelah dikukuhkan di Aula Kadrie Oening Tower, Samarinda, Kamis, 11 Desember 2025.
Pelantikan dipimpin Sekjen YJI Pusat sekaligus Staf Khusus Menteri ATR/BPN, Rezka Oktoberia, mewakili Ketua Umum YJI Annisa Pohan Yudhoyono.
Pelantikan ini sekaligus menandai dimulainya periode baru organisasi yang berfokus pada edukasi, pencegahan, dan penanganan penyakit jantung serta pembuluh darah di Kaltim.
Rezka Oktoberia menyampaikan bahwa YJI telah menjalankan peran kemanusiaan selama lebih dari empat dekade.
Hingga 2025, YJI telah membantu 171 anak penderita penyakit jantung bawaan menjalani operasi dan 186 anak tengah menunggu tindakan.
Sejak berdiri, YJI mencatat 2.368 pasien jantung bawaan telah mendapatkan bantuan pengobatan dan 182 anak dari keluarga prasejahtera telah menjalani skrining jantung rematik.
“Di balik setiap angka pencapaian, masih banyak anak yang menunggu harapan. Itulah amanah besar bagi pengurus yang baru dilantik,” tegas Rezka.
Ia memastikan YJI Pusat siap memberikan perhatian khusus bila ada rekomendasi pasien dari Kalimantan Timur yang membutuhkan tindakan lanjutan di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta.
Rezka menyampaikan tiga pesan penting kepada pengurus YJI Kaltim. Pertama memperkuat edukasi dan pendekatan preventif, termasuk kampanye bahaya rokok tradisional dan rokok elektrik (vape).
Kedua, membangun jejaring kemitraan dengan pemerintah daerah, rumah sakit, PERKI, tenaga kesehatan, hingga instruktur senam.
Ketiga, menggali inovasi penggalangan dana untuk membantu lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu.
Ia juga mengungkapkan bahwa YJI saat ini bekerja sama dengan Philips Foundation untuk meneliti 7.000 masyarakat di empat provinsi guna mendeteksi penyakit jantung remaja, dan berharap Kaltim dapat masuk dalam perluasan program tersebut.
“Kaltim harus menjadi teladan dalam pencegahan penyakit kardiovaskular. Di balik statistik, ada nyawa manusia yang sangat berharga,” ujarnya.
Acara pelantikan juga menjadi momentum penghargaan bagi pengurus periode sebelumnya.
Rezka Oktoberia mengapresiasi dedikasi mereka dalam memperluas program edukasi dan pencegahan jantung di Kaltim.
Ia menegaskan bahwa pengurus baru memikul amanah besar di tengah tingginya angka penyakit jantung sebagai penyebab kematian nomor satu di Indonesia.
“Jaga nama baik Yayasan Jantung Indonesia dan teruskan pengabdian sosial demi keselamatan nyawa anak-anak penderita jantung bawaan,” pesannya.
Ketua YJI Kaltim yang baru dilantik, Wahyu Hernaningsih Seno, menegaskan bahwa masa bakti 2025-2030 akan difokuskan pada memperkuat edukasi publik, deteksi dini, dan akses layanan kesehatan jantung hingga ke daerah pelosok.
“Indonesia termasuk Kaltim tengah menghadapi peningkatan kasus penyakit jantung. Kami terpanggil untuk bekerja keras agar misi pencegahan dan penanganan jantung dapat dijalankan secara optimal,” ujar Wahyu.
Ia menegaskan bahwa YJI Kaltim akan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan, membangun jaringan deteksi dini dan rehabilitasi, mendorong gaya hidup sehat melalui pola makan bergizi, aktivitas fisik, serta pengendalian hipertensi dan diabetes.
“Pelantikan hari ini adalah awal dari kerja besar bersama. Kami ingin setiap warga Kaltim, tua maupun muda, mendapatkan kesempatan hidup sehat dengan jantung yang sehat pula,” katanya.
Turut hadir dalam pelantikan, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimindan tamu undangan lainnya.

