SAMARINDA: Mantan Wali Kota Bontang periode 2021-2024, Basri Rase, resmi bergabung dengan Partai Demokrat.
Bergabungnya Basri diumumkan di sela kegiatan halal bihalal dan Pendidikan Politik Demokrat Kalimantan Timur (Kaltim) yang digelar di Hotel Puri Senyiur, Sabtu, 11 April 2026.
Prosesi tersebut ditandai dengan pemasangan jaket Partai Demokrat oleh I Made Rai Astawa sebagai simbol resmi bergabungnya Basri ke partai berlambang mercy tersebut.
Basri menegaskan, keputusannya bergabung bukanlah bentuk manuver politik, melainkan didasari kesamaan visi serta keinginan untuk berkontribusi bagi daerah.
“Dengan perpindahan partai ini tidak ada manuver. Saya hanya ingin membantu,” ujarnya diwawancarai media.
Ia mengaku melihat adanya keselarasan visi dan misi dengan Partai Demokrat, sehingga memilih melanjutkan perjalanan politik bersama partai tersebut.
Basri juga menilai internal Partai Demokrat sebagai organisasi yang solid dan harmonis, tanpa adanya persaingan tidak sehat antar kader.
“Organisasi ini benar-benar harmonis, tidak ada yang saling sikut. Semuanya melihatnya sama,” ungkapnya.
Selain itu, ia turut menyoroti kinerja Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, Irwan Fecho, saat menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024.
Basri menilai kontribusi Irwan cukup signifikan dalam membawa anggaran dari pusat ke Kaltim.
“Saya lihat Irwan Fecho di DPR RI 2019–2024 kinerjanya luar biasa, banyak anggaran yang dibawa dari pusat ke Kaltim,” katanya.
Lebih lanjut, Basri mengungkapkan salah satu alasan utama memilih Demokrat adalah karena partai tersebut dinilai memberikan ruang yang lebih besar bagi daerah tanpa intervensi berlebihan.
“Saya tidak mau partai banyak intervensi. Saya ingin partai benar-benar memberikan ke daerah. Saya melihat Demokrat itu demokratis dibanding partai lain,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya politik yang berpihak pada masyarakat kecil dan menghargai seluruh lapisan masyarakat.
“Kalau ingin berpolitik, cari politik yang baik seperti Demokrat yang menghargai. Kalau partai tidak menghargai orang kecil, untuk apa,” ujarnya.
Diketahui, sebelum bergabung dengan Partai Demokrat, Basri Rase pernah berkiprah di sejumlah partai politik, di antaranya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Perindo.

