SAMARINDA : Wali Kota Samarinda Andi Harun menyerahkan bantuan Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) berupa uang tunai sebesar Satu Juta Ribu Rupiah per orang kepada 410 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Samarinda.
Dirangkai dengan kegiatan pencanangan gerakan orang tua asuh wajib belajar 12 tahun bagi anak miskin ekstrim usia sekolah di Kota Samarinda tahun 2023.
Kegiatan penyerahan bantuan secara simbolis tersebut dilaksanakan di Halaman Kantor Kecamatan Samarinda Utara Jalan Poros Kebun Agung Kelurahan Lempake, Kamis (15/6/2023).
Wali Kota Andi Harun menyampaikan pemberian program bantuan kepada masyarakat itu dalam rangka melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
“Atas dasar Inpres itu, Pemkot Samarinda melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat memberikan bantuan.
Ini semua dilakukan dalam rangka menuntaskan kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memenuhi target nasional, yakni Indonesia pada Desember 2024 zero miskin ekstrem dapat tercapai,” ungkap dia dalam sambutannya.
Kemudian berkenaan pengentasan kemiskinan ekstrem dengan peningkatan akses dan kualitas pendidikan anak. Pemkot Samarinda mencanangkan gerakan orang tua asuh wajib belajar 12 tahun bagi anak miskin ekstrem usia sekolah.
Melibatkan berbagai pihak meliputi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD, pejabat eselon II, Ketua Penggerak PKK, Pimpinan BUMN/BUMD, tokoh masyarakat Hinga camat dan lurah di Kota Samarinda.
Diharapkan dengan peran semua pihak dan organ pembangunan pemerintah daerah tersebut dapat mengontrol pendidikan yang layak dan kelangsungan cita-cita anak-anak miskin ekstrem.
Lebih lanjut Andi Harun menuturkan penuntasan kantong-kantong Kemiskinan melalui bantuan bedah rumah, serta bantuan dari Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) juga sederet langkah yang dilakukan.
“Semua program dan tindakan itu merupakan wujud nyata bahwa Pemkot Samarinda benar-benar menuntaskan kemiskinan ekstrem di Samarinda,” kata orang nomor satu di Kota Samarinda itu. (*)

