SAMARINDA: Yayasan Jantung Indonesia (YJI) mencatat telah membantu 2.368 pasien penyakit jantung bawaan (PJB) sejak pertama kali menjalankan program bantuan operasi bagi anak dari keluarga kurang mampu.
Data tersebut disampaikan Sekjen YJI Pusat sekaligus Staf Khusus Menteri ATR/BPN, Rezka Oktoberia, saat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus YJI Kaltim Masa Bakti 2025-2030 di Samarinda, Kamis, 11 Desember 2025.
Rezka menyebut capaian tersebut menjadi bukti nyata pengabdian YJI selama 44 tahun dalam upaya menyelamatkan nyawa anak-anak penderita PJB, sekaligus pengingat bahwa perjuangan masih panjang karena ratusan pasien masih menunggu giliran tindakan.
“Setiap anak berhak atas jantung yang sehat, dan tidak ada keluarga yang harus berjuang sendirian menanggung beban pengobatan,” ujar Rezka.
Pada 2025 saja, YJI telah membantu operasi bagi 171 anak, sementara 186 anak lainnya masih berada dalam antrean tindakan.
Menurut Rezka, setiap nama di daftar antrean merupakan amanah yang harus segera ditunaikan.
Selain bantuan operasi, YJI juga telah melakukan skrining jantung rematik terhadap 182 anak prasejahtera.
Namun, ia menegaskan masih banyak pasien yang menanti uluran tangan, sehingga tugas dan amanah YJI masih panjang.
Ia juga menegaskan komitmen bantuan untuk anak-anak Kaltim yang direkomendasikan menjalani tindakan medis di RS Harapan Kita, Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Rezka mengingatkan bahwa penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
“Data kesehatan nasional menegaskan bahwa penyakit jantung dan kardiovaskular adalah ancaman nomor satu. Ini menjadi PR besar bagi kita semua,” katanya.
YJI saat ini bekerja sama dengan Philip Foundation melalui penelitian terhadap 7.000 orang di empat provinsi pilot project.
Rezka berharap Kaltim dapat menjadi daerah berikutnya dalam program skrining nasional tersebut.
Rezka menyampaikan bahwa YJI Kaltim berpotensi menjadi teladan nasional dalam gerakan pencegahan penyakit kardiovaskular, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan di daerah.
“Saya memiliki harapan besar agar Kaltim menjadi mercusuar dalam gerakan pencegahan penyakit jantung. Setiap detak jantung yang sehat adalah simfoni kehidupan bagi bangsa ini,” ungkapnya.
Rezka memastikan bahwa apabila ada pasien jantung dari Kaltim yang membutuhkan tindakan lanjutan, YJI Pusat siap memberikan perhatian khusus.
“Teruslah berjuang memberikan pengabdian di bidang sosial demi keselamatan nyawa anak-anak penderita penyakit jantung bawaan,” ujarnya.

