
Bontang – Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang, Amir Tosina mengkritisi pengerjaan perbaikan jalan Ir Soekarno Hatta yang dilakukan pemerintah Kota Bontang.
Menurutnya kualitas jalan yang diperbaiki kontraktor CV Utama Persada Karya kurang maksimal disebabkan minimnya pengawasan oleh pemerintah.
“Baru saja di perbaiki, tapi dua pekan setelahnya sudah retak-retak, nanti belum termakan usia sudah rusak duluan,” kata Amir Tosina.
Jika demikian, maka perbaikan tersebut hanya membuang anggaran semata.
“Karena itu kita minta Dinas PUPRK kalau melakukan pengawasan, betul-betul melakukan pengawasan jangan sekedar asal pantau,” ujarnya.
Dirinya juga meminta Dinas PUPRK untuk lebih tegas dalam memberikan teguran jika pengerjaan jalan tersebut tidak sesuai ketentuan.
“Kita minta untuk lebih tegas, jangan asal lihat, terus pulang,” tandasnya.
Untuk diketahui, CV Utama Persada Karya bukan perusahaan lokal, namun perusahaan asal luar daerah (Berau)yang memenangkan tender pengerjaan jalan sepanjang 9,6 kilometer dengan pengerjaan mengutamakan pada area badan yang rusak berat dan sedang.
Sementara itu terkait anggaran, pemerintah Kota Bontang mengucurkan dana sebesar Rp 3,6 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAK).

