
BONTANG : Pemerintah Kota Bontang harus tegas kepada pengusaha, agar ikut memperbaiki jalan yang rusak, karena lebih banyak jalan dilintasi kendaraan perusahaan. Apalagi, porsi anggaran perbaikan untuk Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Soekarno Hatta di Kelurahan Bontang Lestari, perbedaannya cukup tinggi.
Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang Nursalam, sangat menyayangkan perbedaan anggaran dari Provinsi Kaltim melalui Bankeu yang masing-masing untuk Jalan Urip Sumoharjo Rp 30 miliar dan Rp 8.5 miliar untuk Jalan Soekarno Hatta.
“Kenapa Jalan Urip Sumoharjo lebih diprioritaskan sementara Jalan Soekarno Hatta lebih kecil. Seharusnya ini terbalik,” jelasnya kepada narasi.co, belum lama ini.
Ia mengakui, pihaknya menyetujui pemberian fasilitas yang memadai untuk investor sepanjang investasi berbanding lurus dengan yang diberikan kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bontang.
Namun menurut Nursalam, sejauh ini, investor di Bontang Lestari hanya memberikan kerugian dan dampak buruk bagi daerah, selain pembayaran perizinan awal investasi.
“Setelah itu, coba apa yang kita bisa tarik dari sana. Tidak ada,” tegasnya.
Seharusnya, jika Jalan Urip Sumoharjo makin hancur itu menjadi resiko perusahaan dan biarkan mereka yang menyelesaikan kerusakan jalan itu.
“Seharusnya kita paksa dia untuk berpikir dan menyelesaikan sendiri kerusakan jalan itu. Bukan kita yang memperbaiki untuk mereka. Yang rugi kita dong,” tuturnya.
Seharusnya, anggaran Rp 30 miliar di peruntukan bagi Jalan Soekarno Hatta, mengingat sudah banyak korban akibat infrastruktur yang rusak.
“Minggu kemarin saja sampai 3 kali kejadian. Makanya saya heran kenapa prioritas di Urip Sumoharjo,” kata Nursalam.
Ia juga menegaskan, upaya pemerintah dalam menaikan kelas jalan dengan meminta sokongan anggaran dari pusat maupun provinsi dengan perancangan sebesar Rp 800 hal sulit. Sehingga menurut harus dilakukan bertahap meski nominalnya kecil.
“Kalau berharap Rp 800 miliar datang, itu mimpi. Dari anggaran kecil kita prioritaskan untuk jalan yang dilewati masyarakat,” tandasnya

