BALIKPAPAN : Dalam penyusunan rencana strategis (Renstra), Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni berharap, akan ada sumbangan pemikiran dari akademisi.Selain akademisi bisa juga dari Bappeda, guna melihat dan mendapatkan masukan dari sesama pelaku internal.
Hal tersebut dikatakan Sri Wahyuni saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Percepatan Penyusunan Renstra Tahun 2024-2026 di Ballroom Hotel Grand Jatra Balikpapan, (1/2/2023), seraya menambahkan jika dimungkinkan dalam pertemuan berikutnya, kita juga bisa meminta pandangan dari akademisi.
Ia menegaskan, apa yang dirumuskan harus sesuai dengan apa yang dipedomani. Setidaknya ada afirmasi bahwa renstra yang disusun terbaca oleh orang lain, sehingga orang bisa tahu apa yang dipahami Pemprov.
“Saya berharap kita menyusun renstra bahasanya tidak panjang-panjang, tidak teksbook, bahasanya tidak kontekstual. Tapi simple, singkat saja dan sudah bisa mewakili apa yang kita mau,” harapnya.
Ia menambahkan, renstra yang dibuat bukan dokumen wajib yang harus tersedia, tapi dokumen yang secara kreatif disajikan untuk dibaca dengan mudah, untuk kemudian dibagikan ke semua staf agar mengetahui atau bahkan dibagikan dalam bentuk power point agar lebih mudah dipahami.
“Saya akan tertarik untuk itu dan mudah untuk meniru, paparannya simple berupa pointer-pointer saja dan tidak kalimat yang panjang, tapi inti dari pointer itu yang bisa dicari,” pesannya.
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut seluruh pihak terkait semakin menggali lebih dalam hal-hal yang selama ini belum dilaksanakan dan menjadi mandat tugas dari sekretariat daerah dalam memfasilitasi urusan kebijakan dan fungsi koordinasi perangkat daerah.

