SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) juga kabupaten dan kota terus memacu generasi muda agar tertarik menggeluti dunia pertanian.
Gubernur Kaltim Isran Noor menyebut, sebagai penerus, generasi mudalah yang menjadi penggerak dan pelopor pertanian inovatif dan kreatif.
“Alat mesin pertanian kita sudah canggih-canggih. Jadi petani, generasi muda jangan malu, tidak perlu gengsi jadi petani. Jadilah petani modern, petani millenial,” kata Isran melalui rilis Pemprov Kaltim, Rabu (8/2/2023).
Sebagai informasi, meski 70 persen wilayah Kaltim merupakan perairan, namun 30 persennya mampu menjadi pusat kegiatan pertanian.
Mantan Bupati Kutai Timur itu pun menjelaskan tantangan yang dihadapi daerah agraris (pertanian) adalah keterbatasan bahkan ketiadaan tenaga kerjanya (petani).
“Petanii kita yang ada ni, rata-rata sudah tuha,” ujarnya.
Sementara generasi muda, lanjut Isran, disebut lebih suka bekerja di dunia industri dan usaha lainnya yang bukan bertani.
Ia menilai, para generasi muda kurang berminat terhadap pertanian karena dianggap sebagai pekerjaan mengotorkan akibat bergelut lumpur dan hasilnya tidak terlalu menjanjikan untuk hidup layak.
Namun Isran menegaskan, pemerintah harus bisa menciptakan para generasi muda pertanian sebagai aset.
“Mereka bisa menjadi petani millenial yang profesional, mampu bersaing dan berwawasan global,” harapnya.
Terlebih, tata kelola pertanian modern sudah diajarkan sejak pendidikan SMA (SMK Pertanian) hingga perguruan tinggi di Kaltim dan saat ini sarana dan peralatan pertanian sudah sangat mendukung, maju dan canggih.
Orang nomor satu Benua Etam itu meyakinkan generasi muda bahwa pemerintah hingga saat ini terus mendorong pengembangan sektor pertanian, terutama tetap memberikan bantuan peralatan bahkan bibit juga permodalan.
“Pertanian prioritas kita, program utama pemerintah untuk menciptakan kemandirian dan kedaulatan pangan bangsa,” pungkasnya.

