
BONTANG :Amir Tosina, Ketua Komisi III DPRD Bontang mengaku menerima keluhan masyarakat karena belum mendapatkan layanan maksimal hasil pemasangan sambingan jaringan gas (jargas) oleh BUMD Kota Bontang PT Bontang Migas Energi (BME) yang telah aktif sejak 2012 silam.
Berdasarkan keluhan yang diterima pihaknya, memprediksi ada sekitar ratusan rumah, memilih menggunakan tabung gas elpiji dari pada menggunakan jargas yang tidak berfungsi.
“Kalau menurut hitungan saya, ada sekitar ratusan rumah yang tidak dapat menggunakan gas PT BME. Sebab tidak ada aliran. Bagaimana terkait hal ini,” ujar Amir Tosina dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kota Bontang bersama PT BME, Senin (13/3/2023).
Bahkan, ia pun menyoroti kerja PT BME, yang belum mampu menjawab dan merealisasikan keluhan masyarakat, sementara terhitung sudah 11 tahun jaringan gas di sambungkan ke perumahan warga.
“Kok bisa seperti ini, sudah belasan tahun tapi belum memberikan pelayanan yang baik,” tambahnya.
Menanggapi hal ini, Direktur PT BME Siti Hamnah pun menjelaskan terdapat 18.000 meteran yang terpasang kala itu. Hingga kini aktif ada 97 persen, sementara sisanya atau 3 persen atau sebanyak 540 sambungan tidak layak digunakan karena instalasi pipa jargas kurang tepat.
Pemasangan jargas merupakan tenggung jawab PT Pertamina, sementara itu Siti Hamnah mengklaim pihaknya berdiri sebagai pengelola.
“Bukan kami yang memasang tapi PT Pertamina, kami juga sudah keluhkan hal ini ke Kementerian BUMN tapi kemudian kami juga disoroti,” jelasnya.
Karena merasa bukan kewenangannya, ia meminta Komisi III DPRD Kota Bontang untuk memfasilitasi ke Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait persoalan ini.
“Pertamina kan pake kontraktor, ada pemasangan yang salah. Kami adukan ini malah kami kena marah. Sementara SOP-nya tidak membenarkan kami lakukan perbaikan. Kami minta Komisi III DPRD Kota Bontang membantu kami,” tandasnya.

