JAKARTA : Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan, digitalisasi pelayanan kepelabuhanan atau Inaportnet hingga akhir tahun 2023 terpenuhi target di 260 pelabuhan.
Data dari Kemenhub, hingga Agustus 2023 sebanyak 149 pelabuhan, telah menerapkan digitalisasi pelayanan kepelabuhanan, sebagai pintu masuk awal arus logistik di pelabuhan.
“Terimplementanya Inaportnet di pelabuhan, merupakan langkah keseriusan Kemenhub dalam melakukan pembenahan pelayanan di pelabuhan, serta upaya kolaborasi dengan Kementerian/Lembaga terkait di pelabuhan melalui digitalisasi,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Capt. Antoni Arif Priadi.
Hal itu disampaikan Antoni saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Sistem Inaportnet Tahun 2023 Wilayah Barat, di Hotel Harris Vertu Harmoni, Jakarta Senin (14/8/2023).
Pihaknya mengucapkan terima kasih, kepada seluruh Kementerian/Lembaga, dan pemangku kepentingan terkait serta Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
Menurutnya, merekalah yang telah bekerja keras untuk berkolaborasi dan bersinergi guna mendukung penerapan Inaportnet di Indonesia.
Dikatakan, Kemenhub bersama Kementerian/Lembaga terkait terus berbenah diri.
Dalam hal ini, mengambil langkah-langkah strategis yang diperlukan, secara terkoordinasi dan terintegrasi, untuk melaksanakan penataan logistik nasional guna meningkatkan daya saing Indonesia di mata dunia.
Lebih lanjut Capt. Antoni mengatakan, dengan telah ditetapkannya Instruksi Presiden RI Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional, Ditjen Perhubungan Laut terus melakukan penguatan regulasi melalui penerbitan beberapa peraturan Menteri serta peraturan turunan terkait.
”Penguatan regulasi ini dilakukan, untuk meningkatkan pelayanan yang transparan dan akuntabel di pelabuhan,” tuturnya.
Ditambahkan, dengan pembaruan regulasi dan sistem Inaportnet, maka diperlukan koordinasi yang berkesinambungan untuk pelayanan prima di pelabuhan.
Adapun kegiatan ini merupakan rangkaian Rapat Koordinasi Teknis Sistem Inaportnet Tahun 2023 yang kali ini dilaksanakan di wilayah barat.
Sebelumnya dilaksanakan di wilayah timur beberapa waktu lalu.
Diharapkan, melalui Rapat Koordinasi Teknis ini, dapat menjadi langkah evaluasi dan koordinasi penerapan Sistem Inaportnet di Indonesia.
Sehingga berjalan dengan baik, serta mampu meningkatkan standarisasi pelayanan di pelabuhan menjadi lebih transparan, terukur, reliabel dan efektif.
Pada akhirnya dapat menurunkan biaya logistik di pelabuhan Indonesia.
Turut hadir sebagai peserta, perwakilian Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut, Badan Usaha Pelabuhan, asosiasi di bidang kepelabuhanan, perkapalan dan logistik.
Juga narasumber perwakilan dari Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (STRANAS PK), Lembaga Nasional Single Window (LNSW) Kementerian Keuangan, perwakilan direktorat dan gagian terkait di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut. (*)

