Samarinda– Kapasitas lapas melebihi batas mengindikasikan peningkatan jumlah warga binaan. Bahkan untuk Lapas Kelas IIA Samarinda saat ini tercatat 880 orang warga binaan memenuhi 13 sel.
Padahal, kapasitas maksimum Lapas Kelas IIA yang tersedia hanya diperuntukan bagi 217 warga binaan pemasyarakatan (WBP). Artinya total warga binaan telah lebih dari 300 persen dari kapasitas yang ada.
Kapasitas yang over ini tentu menimbulkan beberapa pekerjaan khusus untuk mengatur ulang penempatan para warga binaan.
Beberapa strategi juga sudah dilakukan Lapas IIA untuk menanggulangi lonjakan warga binaan yang terus meluap. Salah satunya adalah pemberian remisi hukuman bagi WBP yang telah menjalani 2/3 masa tahanan.
Hal ini dilakukan dengan meninjau kembali remisi kurungan berdasar pada perayaan HUT RI setiap tanggal 17 Agustus dan perayaan keagamaan semisal Hari Raya Nyepi, Hari Raya Waisak, Natal dan Hari Raya Idulfitri.
“Ya kalau perayaan terdekat seperti Iduladha tidak ada remisi,” kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Samarinda Moh Agung Ilham Setyawan kepada awak media melalui pesan whatsApp, Senin (19/7/2021).
Selain remisi, beber Agung, cara lain dalam menanggulangi lonjakan yaitu melakukan perpindahan WBP dari Rutan satu ke Rutan/Lapas yang lain.
Agung mengakui terhadap lonjakan WBP ini, pihaknya sangat ingin memiliki tambahan petugas baru. Sehingga dalam proses membina para tahanan di dalam Lapas dapat terbantu.
“Saya sudah mengajukan penambahan petugas. Mudah-mudahan tahun ini sudah ada,” harap Agung Ilham Setyawan.
Lapas memang butuh banyak petugas baru yang dapat membantu. Namun di sisi lain, semua itu adalah kewenangan pusat. Berapa jumlah petugas yang akan ditambahkan.
Disinggung masalah penyelesaian dua tahap vaksinasi, Agung sampaikan bahwa petugas Lapas Kelas IIA Samarinda telah menjalani seluruh tahap vaksinasi Covid-19. Kecuali petugas yang sakit dan menjadi pertimbangan dokter untuk tidak harus divaksin.
Kalau untuk para WBP yang masuk dalam kategori lanjut usia (lansia) sudah mendapat vaksin sebanyak dua tahap. Namun untuk kategori WBP bukan lansia, belum mendapat vaksin.
Berbicara tentang Covid-19, Agung menerangkan, kalau ada warga binaan yang terindikasi positif, maka pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan menempatkannya di blok khusus Covid-19 untuk menjalani isolasi.
Lapas IIA menyediakan klinik yang disiapsiagai oleh tiga dokter dan empat perawat bagi warga binaan yang memiliki keluhan sakit.

