Close Menu
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Copyright PT Media Narasi Indonesia
anggota Jaringan Media Siber Indonesia

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Penetrasi Internet Kaltim Tembus 80 Persen, Tantangan Hoaks Makin Besar

Apresiasi Open Karate Tournament IKIP PGRI Kaltim, Seno Aji Berharap Bisa Cetak Atlit Berprestasi Nasional dari Kaltim

Open Karate Tournament Piala Rektor IKIP PGRI Kaltim 2026, Diramaikan 360 atlet Mempertandingkan 493 Nomor

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Contact
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Narasi.coNarasi.co
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Subscribe
Narasi.coNarasi.co
You are at:Home » Wamenkop: Saatnya Masyarakat Papua Jadi Subyek Ekonomi Lewat Kopdes Merah Putih
Nasional

Wamenkop: Saatnya Masyarakat Papua Jadi Subyek Ekonomi Lewat Kopdes Merah Putih
Telah dibaca : 891 Kali.

Rabiatun DrakelBy Rabiatun Drakel30 Juni 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Telegram Email WhatsApp Threads Copy Link
Teks : Wamenkop Ferry Juliantono
Share
Facebook Twitter WhatsApp Email Telegram Copy Link

MANOKWARI: Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di Papua Barat dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi desa dan menjadikan masyarakat Papua sebagai subyek dalam sistem ekonomi nasional.

Hal itu ditegaskan Wakil Menteri Koperasi dan UKM (Wamenkop) Ferry Juliantono, selaku Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih, dalam acara Dialog Monitoring Kopdes/Kel Merah Putih di Manokwari, Papua Barat, Sabtu, 28 Juni 2025.

“Koperasi ini bukan hanya alat ekonomi, tetapi ruang kolaborasi masyarakat untuk membangun kesejahteraan bersama. Kopdes Merah Putih adalah manifestasi pendekatan kesejahteraan oleh negara,” ujar Ferry.

Wamenkop mengapresiasi capaian Papua Barat yang telah membentuk 100% Kopdes/Kel Merah Putih.

Ia menyebut, kondisi saat ini banyak petani, nelayan, dan pelaku ekonomi rakyat di Papua Barat belum mendapatkan keadilan ekonomi.

“Harga produk di tingkat produsen sangat rendah, namun di tingkat konsumen bisa melonjak tinggi karena terlalu banyak perantara atau middleman,” katanya.

Dengan kehadiran koperasi desa, rantai distribusi yang panjang diyakini bisa dipangkas, sehingga masyarakat desa dapat menikmati nilai tambah secara langsung.

Wamenkop juga menyoroti masalah tingginya harga bahan pokok di Papua Barat, yang sebagian besar masih bergantung pada suplai dari luar daerah.

Padahal, banyak kebutuhan dasar sebenarnya dapat diproduksi dari desa-desa setempat.

Selain itu, ia menekankan pentingnya Kopdes dalam menyerap tenaga kerja lokal, terutama anak muda, agar tidak lagi terdorong untuk pindah ke kota akibat minimnya lapangan kerja di desa.

“Kopdes Merah Putih akan menciptakan peluang kerja bagi kaum muda terdidik di desa, dan menghentikan urbanisasi yang masif,” tegasnya.

Program Kopdes Merah Putih juga akan menyentuh aspek kesehatan dan akses keuangan desa.

Wamenkop menyebut Presiden Prabowo ingin koperasi desa mampu menyediakan apotek desa dan klinik desa, untuk memperkuat layanan kesehatan dan menjaga harga obat tetap terjangkau.

Tak hanya itu, ia menyoroti masalah maraknya pinjaman online dan rentenir di desa. Dengan koperasi desa, masyarakat diharapkan tidak lagi terjebak pada praktik pinjaman yang merugikan.

“Dengan Kopdes, kita bisa hilangkan ketergantungan terhadap pinjol dan tengkulak,” katanya.

Per akhir Juni 2025, Ferry menyebut sudah terbentuk lebih dari 80.000 Kopdes/Kel Merah Putih secara nasional.

Namun ia menegaskan, peran Papua Barat sangat penting karena potensi desa di wilayah ini sangat besar.

Langkah selanjutnya dalam tiga bulan ke depan (Juli–Oktober 2025) adalah menyiapkan model bisnis, pelatihan SDM pengurus dan pengelola koperasi, serta pengawasan kelembagaan.

“Ini adalah tahap krusial yang membutuhkan kerja sama semua pihak agar implementasi bisa terarah dan efektif,” ujarnya.

Untuk Papua Barat, Wamenkop mengungkapkan akan disiapkan dua model percontohan Kopdes, masing-masing di wilayah pertanian dan wilayah pesisir.

Percontohan tersebut akan menjadi model ideal yang nantinya mendapat pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

“Kita harapkan Papua Barat bisa menjadi model nasional pengembangan koperasi desa berbasis potensi lokal,” ujar Ferry.

Ferry Juliantono Koperasi Merah Putih Wamenkop
Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email Threads Copy Link
Previous ArticleBriefing Rutin Bersama Kepala OPD, Gubernur Kaltim Ingatkan Soal Potensi SiLPA
Telah dibaca : 715 Kali.
Next Article Kapolresta Samarinda Apresiasi Semangat Anak Muda Ikuti Lomba Menembak HUT Bhayangkara 2025
Telah dibaca : 787 Kali.
Rabiatun Drakel

Related Posts

DPRD Bontang Minta Pembangunan KMP Utamakan Kelengkapan Administrasi
Telah dibaca : 668 Kali.

12 Juni 2026

Koperasi Merah Putih dan MBG Diusulkan Masuk Revisi Perda Aset Daerah Bontang
Telah dibaca : 662 Kali.

9 Juni 2026

Kemenaker Membuka Pendaftaran MagangHub Batch 2 Mulai 8 Juni, Untuk Sertifikasi Kompetensi
Telah dibaca : 670 Kali.

7 Juni 2026

Comments are closed.

@narasi.co
BERITA TERBARU

Penetrasi Internet Kaltim Tembus 80 Persen, Tantangan Hoaks Makin Besar
Telah dibaca : 646 Kali.

Apresiasi Open Karate Tournament IKIP PGRI Kaltim, Seno Aji Berharap Bisa Cetak Atlit Berprestasi Nasional dari Kaltim
Telah dibaca : 703 Kali.

Open Karate Tournament Piala Rektor IKIP PGRI Kaltim 2026, Diramaikan 360 atlet Mempertandingkan 493 Nomor
Telah dibaca : 681 Kali.

Toilet Sehat di Kawasan Pesisir Didorong Masuk Program Prioritas Jangka Panjang
Telah dibaca : 646 Kali.

SKB Bontang Buka Kesempatan Pendidikan bagi Warga Putus Sekolah
Telah dibaca : 642 Kali.

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Pinterest
Don't Miss
Penetrasi Internet Kaltim Tembus 80 Persen, Tantangan Hoaks Makin Besar
Telah dibaca : 646 Kali.
Apresiasi Open Karate Tournament IKIP PGRI Kaltim, Seno Aji Berharap Bisa Cetak Atlit Berprestasi Nasional dari Kaltim
Telah dibaca : 703 Kali.
Open Karate Tournament Piala Rektor IKIP PGRI Kaltim 2026, Diramaikan 360 atlet Mempertandingkan 493 Nomor
Telah dibaca : 681 Kali.
Toilet Sehat di Kawasan Pesisir Didorong Masuk Program Prioritas Jangka Panjang
Telah dibaca : 646 Kali.
Demo
Top Posts

Pengaruh Media Massa Terhadap Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.411 Kali.

8 Maret 20233,836 Views

Pemprov Kaltim Siap Masukkan Mahasiswa UT Samarinda dalam Skema Bantuan Pendidikan Gratispol
Telah dibaca : 5.867 Kali.

2 Juli 20253,466 Views

Peran Pendidikan dalam Mewujudkan Integrasi Nasional
Telah dibaca : 5.069 Kali.

8 Maret 20233,364 Views

Tertarik Berinvestasi di Kaltim, Pengusaha Tiongkok Butuh Lahan 1.000 Hektare
Telah dibaca : 1.116 Kali.

20 Juni 20243,320 Views
Don't Miss
Kaltim 13 Juni 2026

Penetrasi Internet Kaltim Tembus 80 Persen, Tantangan Hoaks Makin Besar
Telah dibaca : 646 Kali.

SAMARINDA: Di tengah tingginya penggunaan internet, masyarakat dihadapkan pada derasnya arus informasi di media sosial.…

Apresiasi Open Karate Tournament IKIP PGRI Kaltim, Seno Aji Berharap Bisa Cetak Atlit Berprestasi Nasional dari Kaltim
Telah dibaca : 703 Kali.

Open Karate Tournament Piala Rektor IKIP PGRI Kaltim 2026, Diramaikan 360 atlet Mempertandingkan 493 Nomor
Telah dibaca : 681 Kali.

Toilet Sehat di Kawasan Pesisir Didorong Masuk Program Prioritas Jangka Panjang
Telah dibaca : 646 Kali.

Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
© 2026 Narasi.co | PT. Media Narasi Indonesia - Anggota Jaringan Media Siber Indonesia.
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.