Close Menu
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Copyright PT Media Narasi Indonesia
anggota Jaringan Media Siber Indonesia

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal

Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim

DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Contact
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Narasi.coNarasi.co
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Subscribe
Narasi.coNarasi.co
You are at:Home » Wamenkop: Saatnya Masyarakat Papua Jadi Subyek Ekonomi Lewat Kopdes Merah Putih
Nasional

Wamenkop: Saatnya Masyarakat Papua Jadi Subyek Ekonomi Lewat Kopdes Merah Putih
Telah dibaca : 846 Kali.

Rabiatun DrakelBy Rabiatun Drakel30 Juni 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Telegram Email WhatsApp Threads Copy Link
Teks : Wamenkop Ferry Juliantono
Share
Facebook Twitter WhatsApp Email Telegram Copy Link

MANOKWARI: Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di Papua Barat dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi desa dan menjadikan masyarakat Papua sebagai subyek dalam sistem ekonomi nasional.

Hal itu ditegaskan Wakil Menteri Koperasi dan UKM (Wamenkop) Ferry Juliantono, selaku Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih, dalam acara Dialog Monitoring Kopdes/Kel Merah Putih di Manokwari, Papua Barat, Sabtu, 28 Juni 2025.

“Koperasi ini bukan hanya alat ekonomi, tetapi ruang kolaborasi masyarakat untuk membangun kesejahteraan bersama. Kopdes Merah Putih adalah manifestasi pendekatan kesejahteraan oleh negara,” ujar Ferry.

Wamenkop mengapresiasi capaian Papua Barat yang telah membentuk 100% Kopdes/Kel Merah Putih.

Ia menyebut, kondisi saat ini banyak petani, nelayan, dan pelaku ekonomi rakyat di Papua Barat belum mendapatkan keadilan ekonomi.

“Harga produk di tingkat produsen sangat rendah, namun di tingkat konsumen bisa melonjak tinggi karena terlalu banyak perantara atau middleman,” katanya.

Dengan kehadiran koperasi desa, rantai distribusi yang panjang diyakini bisa dipangkas, sehingga masyarakat desa dapat menikmati nilai tambah secara langsung.

Wamenkop juga menyoroti masalah tingginya harga bahan pokok di Papua Barat, yang sebagian besar masih bergantung pada suplai dari luar daerah.

Padahal, banyak kebutuhan dasar sebenarnya dapat diproduksi dari desa-desa setempat.

Selain itu, ia menekankan pentingnya Kopdes dalam menyerap tenaga kerja lokal, terutama anak muda, agar tidak lagi terdorong untuk pindah ke kota akibat minimnya lapangan kerja di desa.

“Kopdes Merah Putih akan menciptakan peluang kerja bagi kaum muda terdidik di desa, dan menghentikan urbanisasi yang masif,” tegasnya.

Program Kopdes Merah Putih juga akan menyentuh aspek kesehatan dan akses keuangan desa.

Wamenkop menyebut Presiden Prabowo ingin koperasi desa mampu menyediakan apotek desa dan klinik desa, untuk memperkuat layanan kesehatan dan menjaga harga obat tetap terjangkau.

Tak hanya itu, ia menyoroti masalah maraknya pinjaman online dan rentenir di desa. Dengan koperasi desa, masyarakat diharapkan tidak lagi terjebak pada praktik pinjaman yang merugikan.

“Dengan Kopdes, kita bisa hilangkan ketergantungan terhadap pinjol dan tengkulak,” katanya.

Per akhir Juni 2025, Ferry menyebut sudah terbentuk lebih dari 80.000 Kopdes/Kel Merah Putih secara nasional.

Namun ia menegaskan, peran Papua Barat sangat penting karena potensi desa di wilayah ini sangat besar.

Langkah selanjutnya dalam tiga bulan ke depan (Juli–Oktober 2025) adalah menyiapkan model bisnis, pelatihan SDM pengurus dan pengelola koperasi, serta pengawasan kelembagaan.

“Ini adalah tahap krusial yang membutuhkan kerja sama semua pihak agar implementasi bisa terarah dan efektif,” ujarnya.

Untuk Papua Barat, Wamenkop mengungkapkan akan disiapkan dua model percontohan Kopdes, masing-masing di wilayah pertanian dan wilayah pesisir.

Percontohan tersebut akan menjadi model ideal yang nantinya mendapat pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

“Kita harapkan Papua Barat bisa menjadi model nasional pengembangan koperasi desa berbasis potensi lokal,” ujar Ferry.

Ferry Juliantono Koperasi Merah Putih Wamenkop
Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email Threads Copy Link
Previous ArticleBriefing Rutin Bersama Kepala OPD, Gubernur Kaltim Ingatkan Soal Potensi SiLPA
Telah dibaca : 696 Kali.
Next Article Kapolresta Samarinda Apresiasi Semangat Anak Muda Ikuti Lomba Menembak HUT Bhayangkara 2025
Telah dibaca : 760 Kali.
Rabiatun Drakel

Related Posts

Pemkot Samarinda Kembangkan Dashboard Digital untuk Pantau Kinerja ASN Saat WFH
Telah dibaca : 664 Kali.

18 April 2026

Pemkot Samarinda Terapkan WFH ASN Setiap Jumat, Hemat BBM hingga 261 Liter per Hari
Telah dibaca : 666 Kali.

18 April 2026

Insan Pers Tanah Air Berduka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
Telah dibaca : 663 Kali.

18 April 2026

Comments are closed.

@narasi.co
BERITA TERBARU

Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal
Telah dibaca : 624 Kali.

Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim
Telah dibaca : 634 Kali.

DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April
Telah dibaca : 631 Kali.

Koalisi Pers Kaltim Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Aksi 214 di Kantor Gubernur
Telah dibaca : 639 Kali.

Rudy Mas’ud Respons Aksi 214 Lewat Instagram, Tak Temui Massa Saat Demo Berlangsung
Telah dibaca : 653 Kali.

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Pinterest
Don't Miss
Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal
Telah dibaca : 624 Kali.
Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim
Telah dibaca : 634 Kali.
DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April
Telah dibaca : 631 Kali.
Koalisi Pers Kaltim Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Aksi 214 di Kantor Gubernur
Telah dibaca : 639 Kali.
Demo
Top Posts

Pengaruh Media Massa Terhadap Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.217 Kali.

8 Maret 20233,832 Views

Pemprov Kaltim Siap Masukkan Mahasiswa UT Samarinda dalam Skema Bantuan Pendidikan Gratispol
Telah dibaca : 5.710 Kali.

2 Juli 20253,462 Views

Peran Pendidikan dalam Mewujudkan Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.886 Kali.

8 Maret 20233,361 Views

Tertarik Berinvestasi di Kaltim, Pengusaha Tiongkok Butuh Lahan 1.000 Hektare
Telah dibaca : 988 Kali.

20 Juni 20243,316 Views
Don't Miss
Ekonomi 22 April 2026

Pansus LKPj Soroti Kinerja BUMD, PAD Samarinda 2025 Memang Surplus tapi Belum Optimal
Telah dibaca : 624 Kali.

SAMARINDA: Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Samarinda Tahun Anggaran 2025 mulai…

Pasca Aksi 21 April, Forum Pimred Ajukan 3 Tuntutan Buntut Insiden Larangan Peliputan di Kantor Gubernur Kaltim
Telah dibaca : 634 Kali.

DPRD Kaltim Siapkan Proses Hak Angket usai 7 Fraksi Bersepakat dengan Massa 21 April
Telah dibaca : 631 Kali.

Koalisi Pers Kaltim Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Aksi 214 di Kantor Gubernur
Telah dibaca : 639 Kali.

Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
© 2026 Narasi.co | PT. Media Narasi Indonesia - Anggota Jaringan Media Siber Indonesia.
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.