SAMARINDA: Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Timur (Kaltim), Mohammad Sukri menilai kehadiran kembali Villa Kaning Park sebagai angin segar bagi dunia pariwisata daerah dan pelaku UMKM.

“Saya melihat Villa Kaning Park punya potensi sangat besar. Bukan hanya sebagai tempat wisata, tetapi sebagai ruang ekonomi baru bagi masyarakat Maluhu dan Tenggarong,” ujar Sukri saat diwawancarai usai menghadiri Grand Opening Villa Kaning Park, Jumat, 28 November 2025.
Destinasi wisata ini berlokasi di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong dengan luas sekitar 40 hektare.

Dulu sempat terbengkalai pasca wafatnya almarhum Bupati Kutai Kartanegara Syaukani Hasan Rais ini kini dihidupkan kembali dengan konsep baru berbasis wisata keluarga, agrowisata, dan pemberdayaan UMKM.
Hingga saat ini, tercatat 30 tenant UMKM telah beroperasi di kawasan tersebut. Jumlahnya diproyeksikan meningkat tahun depan.
Menurut Sukri, keberadaan UMKM di lokasi wisata merupakan strategi tepat untuk menciptakan perputaran ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat.
“UMKM terlihat sangat hidup malam ini. Kalau dikelola konsisten dan profesional, Villa Kaning Park bisa menjadi ikon wisata baru di Kabupaten Kukar. Bahkan bisa menjadi salah satu destinasi unggulan Kaltim,” tambahnya.
Sukri juga mengapresiasi komitmen pengelola yang melibatkan banyak anak muda sebagai bagian dari tenaga kerja.
Ia menyebut langkah tersebut sejalan dengan semangat pemberdayaan generasi muda yang adaptif dan kreatif.
Pengelola Villa Kaning Park mengembangkan destinasi ini dengan konsep wisata keluarga yang menyatu dengan edukasi pertanian dan perkebunan.
Kebun anggur, alpukat, hingga revitalisasi sawah seluas 20 hektare mulai disiapkan.
Bahkan, konsep wisata sawah ala “betapus” Samarinda akan dihadirkan agar pengunjung bisa menikmati suasana pedesaan sembari bersantai.
Grand opening ini sekaligus menandai kebangkitan kembali kawasan yang selama bertahun-tahun terbengkalai.
Kini, dengan pengelolaan baru, kawasan tersebut bukan hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga pusat kegiatan ekonomi dan edukasi masyarakat.
Rangkaian revitalisasi yang tengah berjalan—mulai dari sawah produktif, perikanan, hingga kandang ayam produksi pangan bergizi—diproyeksikan mendukung program keberlanjutan pangan daerah.

