JAKARTA: Dua jurnalis asal Samarinda yang tergabung dalam Media Sukri Indonesia (MSI Group), Ira dari narasi.co dan Aminah dari natmed.id, dipastikan akan mengikuti Kemah Budaya Hari Pers Nasional (HPN) Banten 2026 yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.
Kemah Budaya ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HPN 2026 yang dipusatkan di Provinsi Banten dan akan dilaksanakan di Kampung Baduy, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, pada 16–17 Januari 2026.
Kegiatan Kemah Budaya tidak hanya diikuti oleh wartawan, tetapi juga melibatkan sastrawan, penyair, dan akademisi dari berbagai daerah di Indonesia.
Tahun ini, Kemah Budaya diprioritaskan bagi wartawan dan sastrawan perempuan, dengan komposisi peserta yang berimbang dan jumlah perempuan sebagai peserta terbanyak.
Kegiatan ini diikuti oleh 41 wartawan dan sastrawan dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Lampung, Palembang, Surabaya, hingga Samarinda.
Tidak ada seleksi atau sistem kurasi khusus. Wartawan cukup melampirkan kartu pers dan wajib menulis feature tentang Baduy.
Sementara sastrawan diminta mengirimkan bukti karya yang telah diterbitkan serta menulis karya sastra berupa cerpen atau puisi.
Seluruh karya peserta wajib dikirimkan ke panitia paling lambat 21 Januari 2026 pukul 18.00 WIB.
Karya-karya tersebut akan dibukukan dan diluncurkan pada 8 Februari 2026, bertepatan dengan puncak peringatan HPN 2026 di Banten.
“Mari mulai membaca dan mendalami masyarakat Baduy sebagai inspirasi awal sebelum menulis,” kata Koordinator acara Kemah Budaya, Kunni Masrohati.
Rangkaian kegiatan Kemah Budaya diawali dengan silaturahmi peserta bersama Ketua Umum PWI Pusat di Kantor PWI Pusat, Jalan Kebun Sirih, Jakarta Pusat Kamis sore 15 Januari 2026.
Selanjutnya, peserta akan diberangkatkan menuju Kampung Baduy pada pagi hari dan dijadwalkan diterima oleh Bupati Lebak sebelum menuju homestay di Kampung Ketug, Desa Kanekes.
Selama kegiatan berlangsung, peserta akan mengikuti sejumlah agenda, antara lain Workshop Reportase Budaya, Jelajah Budaya Baduy, Diskusi Budaya, Undangan Penulisan Buku, Malam Sastra, serta Dialog bersama Tetua Baduy.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan menjunjung tinggi penghormatan terhadap adat dan aturan yang berlaku di wilayah adat Baduy.
Kunni juga mengingatkan bahwa kondisi alam Kampung Baduy yang berbukit membutuhkan stamina prima.
Peserta diminta memastikan kondisi kesehatan jasmani dan rohani, serta menaati seluruh larangan adat.
Aminah mengaku antusias mengikuti Kemah Budaya HPN 2026 karena menjadi ruang belajar langsung mengenai kearifan lokal yang masih terjaga.
“Ini kesempatan langka bagi jurnalis untuk belajar langsung dari masyarakat Baduy. Tidak hanya soal budaya, tetapi juga soal cara hidup yang selaras dengan alam. Pengalaman ini tentu sangat berharga untuk karya jurnalistik dan refleksi pribadi,” ujar Aminah.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, jurnalis tidak hanya menghasilkan tulisan, tetapi juga membawa pulang pemahaman yang lebih dalam tentang nilai-nilai kearifan lokal yang relevan dengan tantangan kehidupan modern.
Kemah Budaya HPN 2026 mengusung tema “Belajar Kearifan Baduy” dan dibuka untuk pendaftaran pada 26 Desember 2025 hingga 14 Januari 2026.
Setiap peserta diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir serta menulis pengalaman selama mengikuti Kemah Budaya untuk dibukukan dan diluncurkan pada puncak HPN 2026 di Banten.

