SAMARINDA: Rencana penganggaran sekitar Rp7 miliar untuk penyempurnaan lantai pendestrian di atas sungai pada proyek Teras Samarinda Tahap II mendapat respon positif dari Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi mengaku akan mendukung dengan melihat proyek ini sebagai investasi jangka panjang yang tetap mempertimbangkan efek domino (multiplayer effect) pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Samarinda.
“Kalau dari kami di Komisi II, jika ada penambahan Rp7 miliar, saya melihatnya dari sisi multiplier effect dan PAD bagi Kota Samarinda,” ujarnya, Jumat, 6 Februari 2026.
Menurutnya, dengan fasilitas Teras Samarinda yang semakin baik dan estetik, hal tersebut akan menjadi magnet bagi wisatawan dari luar daerah, seperti Balikpapan dan Bontang, untuk berkunjung ke Samarinda.
“Anggap 7 miliar dianggarkan teras Samarinda jadi bagus. Pasti banyak wisatawan yang dari luar daerah datang ke sini. Kalau dia datang ke sini kan pasti makan, dia parkir ya. Itu kan menambah penghasilan juga. Nah, multiplayer efeknya kena,” katanya.
Ia menilai bahwa sejauh ini, Teras Samarinda telah memberikan dampak yang nyata sejak beroperasi, di mana proyek ini berhasil memutar roda perekonomian di Kota Samarinda.
Ia pun memberikan gambaran bahwa nilai pembangunan yang besar akan terasa kecil jika dibandingkan dengan perputaran uang yang terjadi setiap pekannya di lokasi tersebut.
“Mungkin kita bangun sekali dengan Rp10 miliar, tapi setiap minggu roda ekonomi di Samarinda bergerak. Ada tambahan penghasilan Rp100 juta sampai Rp1 miliar itu sangat lumayan,” jelasnya.
Untuk diketahui, usulan anggaran sekitar Rp7 Miliar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda telah disampaikan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sejak November 2025 dan diproyeksikan masuk dalam pembiayaan tahun anggaran 2026.
Hal ini dilakukan sebagai bagian dari langkah penyempurnaan lantai, termasuk perubahan desain pancang dari beton standar menjadi bore pile yang dilakukan untuk keselamatan dengan memperkuat struktur bangunan di atas sungai.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini pun menekankan agar masyarakat maupun pihak terkait tidak hanya melihat besaran nilai investasi yang dikeluarkan, tetapi juga dampak ekonomi yang dihasilkan dari proyek tersebut.
“Jangan dilihat hanya investasinya saja, seolah-olah buang duit. Tapi lihat ada tidak multiplier effect-nya? Saya melihat Teras Samarinda ini bagus untuk menggerakkan roda ekonomi,” tutupnya.

