SAMARINDA: Sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait banjir dan buruknya kondisi parit (drainase) saat kegiatan reses Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) I.
Aspirasi tersebut disampaikan langsung oleh ketua RT dan perwakilan warga yang kerap terdampak banjir berulang di lingkungan permukiman mereka.
Ketua RT 11 menyampaikan harapan agar proyek pembuatan drainase di wilayahnya dapat dilanjutkan.
Sementara itu, Ketua RT 21, Darwis, mengungkapkan kondisi parit di lingkungannya sudah tidak layak dan sering menyebabkan banjir meskipun hujan tidak terlalu deras.
Ia mengaku persoalan tersebut telah berulang kali diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), namun hingga kini belum terealisasi.
“Kondisi parit kami sudah tidak layak. Sedikit hujan saja sudah banjir. Padahal usulan ini sudah kami sampaikan sejak lama melalui Musrenbang,” ujarnya, Minggu malam, 8 Februari 2026.
Menurut Darwis, banjir tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi merusak jalan dan bangunan karena air kerap menggenangi permukiman saat musim hujan.
Keluhan serupa disampaikan warga RT 09. Mereka menyebut wilayahnya belum memiliki parit yang memadai, sehingga air hujan dan limbah rumah tangga kerap mengalir ke jalan. Akibatnya, banjir bisa mencapai setinggi lutut dan berlangsung berhari-hari.
“Kalau hujan sedikit saja, sudah banjir. Motor bisa mati, air kotor sampai ke jalan, dan banjirnya bisa sampai tiga malam,” kata salah seorang warga.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Kamaruddin, menyatakan akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan bersama aparat kelurahan dan kecamatan guna mencari solusi yang tepat.
“Nanti kita sidak ke lapangan bersama perangkat kelurahan dan kecamatan. Memang perlu pendampingan supaya ada solusi,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Kamaruddin juga memaparkan sejumlah program infrastruktur yang telah dan akan direalisasikan di wilayah Dapil I.
Di antaranya pengaspalan jalan senilai Rp2 miliar, pembangunan drainase senilai Rp400 juta, serta pemasangan lampu jalan senilai Rp200 juta yang direncanakan masuk dalam anggaran tahun 2026.
DPRD Kota Samarinda berharap melalui kegiatan reses ini, aspirasi warga dapat terakomodasi dan menjadi dasar perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, khususnya di kawasan permukiman rawan banjir.

