SAMARINDA: Memasuki hari keempat Ramadan 1447 Hijriah/2026, denyut kehidupan di Masjid Al-Fatihah Universitas Mulawarman (Unmul) terasa kian hangat.
Sejak sore, halaman hingga ruang utama masjid di kawasan Gunung Kelua dipenuhi mahasiswa yang datang berkelompok.

Mereka langsung mengambil posisi duduk sambil mendengarkan kajian menjelang waktu berbuka.
Tak sekadar menjadi tempat salat, Masjid Al-Fatihah dalam empat hari Ramadan ini menjelma sebagai titik temu mahasiswa lintas fakultas.
Di sinilah mereka berbagi hidangan, berdiskusi ringan, mengikuti kajian, hingga merancang agenda kegiatan kampus bernuansa religi.
Program buka puasa bersama yang digelar setiap hari menjadi magnet utama. Panitia membuka pendaftaran secara daring melalui barcode yang disebarkan ke berbagai fakultas dan media sosial.
Hingga hari keempat Ramadan, jumlah pendaftar tercatat lebih dari seratus orang per hari.
Pengurus masjid, Yasin, menyebut panitia sengaja menyiapkan porsi tambahan untuk mengantisipasi jemaah yang datang tanpa mendaftar.
“Biasanya yang daftar sekitar 110 orang. Kami siapkan 130 porsi supaya tetap terlayani. Alhamdulillah, selalu habis,” ujarnya, Minggu, 22 Februari 2026.
Menurutnya, skema pendaftaran dibuat bukan untuk membatasi, melainkan agar distribusi konsumsi lebih tertata dan tidak terjadi pemborosan.
Jemaah yang telah mendaftar juga dimasukkan dalam grup informasi untuk memudahkan koordinasi kegiatan harian selama Ramadan.
Tak hanya berbuka puasa, rangkaian kegiatan juga diisi dengan kajian menjelang Magrib yang menghadirkan pemateri dari kalangan dosen maupun ustaz muda.
Suasana khidmat terasa ketika jemaah duduk rapi mendengarkan tausiah, sebelum doa bersama mengantar datangnya waktu berbuka.
Salah seorang mahasiswa, Adryan, mengaku hampir setiap hari memilih berbuka di masjid kampus selama Ramadan ini.
Bagi anak rantau tersebut, suasana kebersamaan menjadi nilai yang sulit ditemukan di tempat lain.
“Di sini terasa hangat. Bisa buka bareng, lanjut salat berjamaah, lalu tarawih bersama. Rasanya Ramadan jadi lebih bermakna,” tuturnya.
Selain buka puasa rutin, pengurus masjid juga menyiapkan berbagai agenda pendukung seperti lomba esai, desain poster, hingga fotografi bertema Ramadan.
Pada sepuluh malam terakhir nanti, masjid akan membuka kesempatan iktikaf bagi mahasiswa dan masyarakat yang ingin meningkatkan kualitas ibadah.
Memasuki Ramadan hari keempat, pengurus berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga hingga akhir bulan suci.
Mereka menargetkan Masjid Al-Fatihah tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat dakwah dan penguatan karakter mahasiswa di lingkungan Universitas Mulawarman.
“Kami ingin masjid kampus ini semakin makmur dan menjadi ruang kebersamaan bagi mahasiswa serta masyarakat sekitar,” tutupnya.

