Close Menu
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Copyright PT Media Narasi Indonesia
anggota Jaringan Media Siber Indonesia

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Andi Harun Warning Praktik Titip-menitip di SPMB, Tegaskan Sekolah Harus Bebas dari Feodalisme

Krisis Tenaga Pendidik Mengancam, Disdikbud Samarinda Prediksi Kekurangan 706 Guru hingga Akhir 2026

Investasi Rp13 Triliun Masuk Mahulu, Gubernur Harum Sebut PLTA Batoq Kelo Jadi Pembangkit Harapan

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Contact
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Narasi.coNarasi.co
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Subscribe
Narasi.coNarasi.co
You are at:Home » Jejak Seabad Masjid Raya Darussalam di Tepian Mahakam Samarinda
Samarinda

Jejak Seabad Masjid Raya Darussalam di Tepian Mahakam Samarinda
Telah dibaca : 754 Kali.

Ira Nur AjijahBy Ira Nur Ajijah22 Februari 2026Updated:22 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Telegram Email WhatsApp Threads Copy Link
Teks: Pemandangan Masjid Raya Darussalam dari Pasar Pagi, Minggu, 22/2/2026 (Narasi.co/Ira)
Share
Facebook Twitter WhatsApp Email Telegram Copy Link

SAMARINDA: Di jantung Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), tepatnya di Jalan K.H. Abdullah Marisie No. 1, Pasar Pagi, berdiri megah Masjid Raya Darussalam.

Teks: Bagian Luar Kanan Masjid Raya Darussalam Samarinda,Minggu,22/2/2026 (Narasi.co/Ira)

Dari tepian Sungai Mahakam hingga hiruk-pikuk pusat ekonomi kota, masjid ini menjadi saksi perjalanan panjang Samarinda selama hampir satu abad.

Dahulu, masjid ini dikenal dengan nama Masjid Jami’.

Dibangun sekitar tahun 1920-1925 oleh para saudagar Bugis dan Banjar, bangunan awalnya sangat sederhana.

Luasnya hanya 25 x 25 meter persegi, berbahan kayu ulin dengan atap sirap.

Tidak ada halaman luas seperti sekarang. Serambi kanan langsung menghadap jalan, sementara sisi kiri berbatasan dengan Sungai Mahakam.

Seiring perkembangan kota dan bertambahnya jumlah penduduk, kapasitas masjid tak lagi memadai.

Pada periode 1952-1955, tokoh-tokoh seperti Datuk Madjo Oerang, APT Pranoto, dan KH Abdullah Marisie memprakarsai renovasi pertama.

Jemaah Salat Jumat yang terus membludak menjadi alasan utama pembaruan tersebut.

Panitia pembangunan dibentuk di bawah arahan APT Pranoto. Desain arsitektur dipercayakan kepada Van Der Vyl dari Dinas PU Kalimantan Timur.

Peletakan batu pertama dilakukan pada 9 November 1953 oleh A.M. Parikesit, Kepala Daerah Istimewa Kutai, dengan biaya pembangunan saat itu mencapai Rp2,5 juta, angka yang sangat besar pada masanya.

Letak masjid yang berada di pusat aktivitas ekonomi, yakni dekat pelabuhan, Citra Niaga, dan Pasar Pagi, sempat menuai kritik.

Sebagian kalangan menilai lokasi tersebut berpotensi mengganggu kekhusyukan ibadah. Namun, waktu membuktikan sebaliknya.

Posisi strategis itu justru menjadikan Masjid Raya Darussalam sebagai oase spiritual di tengah denyut perdagangan dan mobilitas kota.

Memasuki era 1990-an, ketika jumlah penduduk Samarinda mencapai lebih dari 400 ribu jiwa, kebutuhan akan sarana ibadah yang representatif semakin mendesak.

Pada masa kepemimpinan Gubernur H.M. Ardans, perhatian terhadap masjid ini semakin besar.

Bangunan diperluas dan direnovasi dengan luas keseluruhan mencapai ribuan meter persegi. Kapasitasnya meningkat hingga mampu menampung sekitar 14 ribu jemaah.

Arsitektur masjid mengusung gaya Turki Usmani, terlihat dari menara bundar yang ramping dan menjulang di empat penjuru bangunan utama.

Kubah utama diapit delapan kubah kecil, dengan detail ornamen khas yang memperkuat kesan Timur Tengah.

Tangga di sisi depan dan kiri menjadi elemen tersendiri, sementara lengkungan pintu dan jendela mempertegas karakter arsitekturalnya.

Ruang dalam masjid terasa lapang tanpa tiang penyangga besar. Lantai mezanin, lampu gantung yang elegan, serta kaligrafi yang menghiasi interior dan eksterior menjadikan suasana ibadah terasa khusyuk sekaligus megah.

Fasilitas penunjang seperti taman, kolam air mancur, klinik, dan perpustakaan turut melengkapi fungsi sosial masjid.

Perjalanan masjid ini tak berhenti di sana. Pada 2024, revitalisasi besar kembali dilakukan dengan nilai kontrak Rp19,9 miliar.

Tahun berikutnya, dukungan anggaran Rp4,79 miliar dikucurkan untuk melanjutkan pekerjaan yang sempat mencapai progres 35 persen sebelum akhirnya dirampungkan pada tahap tersebut.

Fokus revitalisasi mencakup perbaikan interior mihrab, pembenahan kubah, renovasi plafon lantai tiga, hingga penambahan atap membran di area wudu.

Taman dipercantik dengan lampu hias, dan kanstin yang rusak diganti.

Di atas lahan seluas 15.000 meter persegi, masjid kini dilengkapi sistem tata suara modern dan partisi area wudu yang lebih fungsional.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyebut revitalisasi ini sebagai bagian dari komitmen menghadirkan fasilitas ibadah yang nyaman dan representatif.

“Renovasi tahap ini telah rampung sempurna, membuka pintu bagi generasi mendatang untuk beribadah dengan khusyuk. Ini bagian dari komitmen kita mendukung visi Samarinda yang harmonis, berkelanjutan, dan inklusif,” ujarnya.

Dari bangunan kayu ulin sederhana di tepian Mahakam hingga masjid megah bergaya Timur Tengah, Masjid Raya Darussalam bukan sekadar tempat ibadah.

Ia adalah simbol perjalanan sejarah, identitas Islam di Samarinda, sekaligus ruang pertemuan spiritual dan sosial masyarakat.

Di tengah hiruk-pikuk Pasar Pagi dan aktivitas ekonomi yang tak pernah benar-benar berhenti, masjid ini tetap berdiri sebagai penanda bahwa di jantung kota selalu ada ruang untuk hening, doa, dan harapan.

Masjid Raya Darussalam Samarinda Tepian Sungai Mahakam
Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email Threads Copy Link
Previous ArticleMasjid Darul Hannan Siapkan 500 Porsi Buka Puasa Setiap Hari
Telah dibaca : 696 Kali.
Next Article Masjid Al-Fatihah Unmul Jadi Pusat Kebersamaan Mahasiswa di Ramadan
Telah dibaca : 714 Kali.
Ira Nur Ajijah

Related Posts

Tak Sekadar Pakan, Ini Kunci Peternak Samarinda Cetak Sapi Jumbo Kelas Presiden
Telah dibaca : 649 Kali.

24 Mei 2026

Bejo, Sapi Jumbo dari Samarinda Dipilih sebagai Hewan Kurban Bantuan Presiden
Telah dibaca : 657 Kali.

24 Mei 2026

Jelang Hari Raya Iduladha, DKPP Samarinda Pastikan Hewan Kurban Bebas PMK dan LSD
Telah dibaca : 656 Kali.

22 Mei 2026

Comments are closed.

@narasi.co
BERITA TERBARU

Andi Harun Warning Praktik Titip-menitip di SPMB, Tegaskan Sekolah Harus Bebas dari Feodalisme
Telah dibaca : 611 Kali.

Krisis Tenaga Pendidik Mengancam, Disdikbud Samarinda Prediksi Kekurangan 706 Guru hingga Akhir 2026
Telah dibaca : 633 Kali.

Investasi Rp13 Triliun Masuk Mahulu, Gubernur Harum Sebut PLTA Batoq Kelo Jadi Pembangkit Harapan
Telah dibaca : 642 Kali.

Masuk SD Tak Wajib Calistung, Sri Puji Astuti Soroti Ketidaksinkronan Kurikulum Dasar
Telah dibaca : 637 Kali.

DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Sosialisasi SPMB, Orang Tua Siswa Masih Dibayangi Kebingungan
Telah dibaca : 642 Kali.

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Pinterest
Don't Miss
Andi Harun Warning Praktik Titip-menitip di SPMB, Tegaskan Sekolah Harus Bebas dari Feodalisme
Telah dibaca : 611 Kali.
Krisis Tenaga Pendidik Mengancam, Disdikbud Samarinda Prediksi Kekurangan 706 Guru hingga Akhir 2026
Telah dibaca : 633 Kali.
Investasi Rp13 Triliun Masuk Mahulu, Gubernur Harum Sebut PLTA Batoq Kelo Jadi Pembangkit Harapan
Telah dibaca : 642 Kali.
Masuk SD Tak Wajib Calistung, Sri Puji Astuti Soroti Ketidaksinkronan Kurikulum Dasar
Telah dibaca : 637 Kali.
Demo
Top Posts

Pengaruh Media Massa Terhadap Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.335 Kali.

8 Maret 20233,833 Views

Pemprov Kaltim Siap Masukkan Mahasiswa UT Samarinda dalam Skema Bantuan Pendidikan Gratispol
Telah dibaca : 5.815 Kali.

2 Juli 20253,465 Views

Peran Pendidikan dalam Mewujudkan Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.999 Kali.

8 Maret 20233,363 Views

Tertarik Berinvestasi di Kaltim, Pengusaha Tiongkok Butuh Lahan 1.000 Hektare
Telah dibaca : 1.074 Kali.

20 Juni 20243,319 Views
Don't Miss
Pendidikan 25 Mei 2026

Andi Harun Warning Praktik Titip-menitip di SPMB, Tegaskan Sekolah Harus Bebas dari Feodalisme
Telah dibaca : 611 Kali.

SAMARINDA: Wali Kota Samarinda Andi Harun menyoroti masih adanya budaya feodalisme, praktik titip-menitip hingga upaya…

Krisis Tenaga Pendidik Mengancam, Disdikbud Samarinda Prediksi Kekurangan 706 Guru hingga Akhir 2026
Telah dibaca : 633 Kali.

Investasi Rp13 Triliun Masuk Mahulu, Gubernur Harum Sebut PLTA Batoq Kelo Jadi Pembangkit Harapan
Telah dibaca : 642 Kali.

Masuk SD Tak Wajib Calistung, Sri Puji Astuti Soroti Ketidaksinkronan Kurikulum Dasar
Telah dibaca : 637 Kali.

Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
© 2026 Narasi.co | PT. Media Narasi Indonesia - Anggota Jaringan Media Siber Indonesia.
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.