

SAMARINDA: Pelaksanaan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) di Kota Samarinda dinilai perlu dievaluasi agar lebih menyesuaikan kebutuhan di setiap wilayah.
Salah satu usulannya ialah memperbesar porsi kegiatan pemberdayaan masyarakat, terutama di RT yang kebutuhan infrastrukturnya sudah terpenuhi.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar usai hearing bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Samarinda, Jumat, 10 Juli 2026.
Menurutnya, setelah memasuki tahun kelima pelaksanaan, Probebaya perlu ditinjau kembali agar manfaatnya lebih optimal.
“Karakteristik setiap RT berbeda. RT yang satu dengan yang lain tidak bisa disamakan, sehingga perlu ada penyesuaian sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Deni menjelaskan, selama ini penggunaan anggaran Probebaya masih didominasi pembangunan infrastruktur. Padahal, ada sejumlah wilayah yang sudah tidak lagi membutuhkan pembangunan fisik dalam jumlah besar.
Ia mencontohkan kawasan tempat tinggalnya yang berada di bantaran sungai. Menurutnya, kondisi infrastruktur di wilayah tersebut sudah relatif memadai sehingga anggaran lebih tepat diarahkan untuk program pemberdayaan masyarakat.
“Di wilayah saya tidak ada lagi jalan yang harus dibangun atau diperbaiki. Karena itu saya mengusulkan agar porsi pemberdayaan bisa ditingkatkan menjadi sekitar 60 sampai 70 persen,” katanya.
Menurut Deni, program pemberdayaan seperti pelatihan keterampilan akan memberikan manfaat jangka panjang karena dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan menjadi bekal bagi masyarakat di masa depan.
“Yang bisa kita wariskan kepada anak cucu bukan hanya infrastruktur, tetapi juga kemampuan dan keterampilan melalui berbagai pelatihan,” ujarnya.
Ia berharap evaluasi terhadap Probebaya dapat menghasilkan skema yang lebih fleksibel sehingga alokasi anggaran di setiap RT benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat, bukan menggunakan pola yang seragam di seluruh wilayah.

