

SAMARINDA: Jumlah kendaraan bermotor di Kota Samarinda yang hampir menyamai jumlah penduduk dinilai menjadi sinyal perlunya moda transportasi massal.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar mengatakan, jumlah kendaraan roda dua dan roda empat di Kota Samarinda diperkirakan telah mencapai hampir 800 ribu unit. Dengan jumlah tersebut, menurutnya, masyarakat membutuhkan alternatif selain kendaraan pribadi.
“Bayangkan kalau hampir 800 ribu kendaraan itu turun bersamaan, mau parkir di mana. Karena itu kita mendorong adanya moda transportasi massal,” ujarnya di DPRD Samarinda Jumat, 10 Juli 2026.
Menurut Deni, hingga kini pertumbuhan jumlah kendaraan belum diimbangi dengan penambahan ruas jalan maupun tersedianya angkutan umum yang memadai.
Kondisi itu membuat masyarakat tidak memiliki banyak pilihan selain menggunakan kendaraan pribadi.
“Kita ingin masyarakat punya pilihan transportasi lain, tidak hanya bergantung pada mobil atau sepeda motor pribadi,” katanya.
Ia menambahkan, penyediaan transportasi massal juga merupakan bagian dari pelayanan dasar yang seharusnya dipenuhi pemerintah daerah untuk menunjang mobilitas masyarakat.
Selain memberikan alternatif mobilitas, keberadaan angkutan umum juga diharapkan mampu membantu mengurai persoalan parkir dan mewujudkan lalu lintas yang lebih tertib di Kota Samarinda.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu berharap kondisi keuangan daerah pada 2027 memungkinkan pengadaan transportasi publik tersebut.
“Semoga tahun 2027 anggaran kita sudah sehat sehingga transportasi publik bisa kita sediakan,” ujarnya.
Menurut pria yang disapa Pak Manalu, kehadiran transportasi massal juga diharapkan menjadi pilihan bagi pelajar sehingga penggunaan sepeda motor di kalangan usia sekolah dapat dikurangi.

