SAMARINDA: Paguyuban Keluarga Kediri (Pagari) di Samarinda kembali menunjukkan eksistensinya dalam mempererat tali silaturahmi sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan rutin tahunan tersebut menjadi wujud kontribusi nyata warga perantauan asal Kediri bagi Kota Tepian.
Ketua Pagari Samarinda, Ahmad Jubeidi, menjelaskan agenda yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu merupakan kegiatan tahunan yang rutin dilaksanakan paguyuban.
Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi bakti sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, kemudian dilanjutkan dengan pembagian 700 kotak takjil bagi warga yang melintas di sekitar sekretariat paguyuban di Jalan Padat Karya.
“Kegiatan ini adalah rutinan yang kita laksanakan setiap tahun di Paguyuban Keluarga Kediri, yaitu buka puasa bersama. Sebelumnya, kami juga telah mengadakan bakti sosial,” ujarnya saat memberikan keterangan pers, Minggu, 8 Maret 2026.
Jubeidi juga menegaskan bahwa Pagari memberikan dukungan penuh terhadap program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota Samarinda.
Menurutnya, sebagai warga perantauan yang bermukim di kota tersebut, penting bagi komunitas untuk terus menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah.
“Kami sebagai warga Samarinda yang berasal dari Kota Kediri sangat mendukung apa yang dilaksanakan pemerintah dalam pembangunannya. Kami mendukung penuh kebijakan-kebijakan yang ada dan turut serta dalam membangun Kota Samarinda,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data kependudukan, tercatat sekitar 2.000 warga keturunan Kediri yang saat ini bermukim di Samarinda.
Dari jumlah tersebut, sekitar 600 orang terdaftar aktif dalam Pagari, dengan sekitar 200 anggota hadir dalam kegiatan buka puasa kali ini.
Jubeidi berharap kondisi Samarinda yang semakin kondusif dapat mendorong para perantau asal Kediri untuk terus berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi dan sosial di daerah tersebut.
“Harapan ke depannya, tentu kami sebagai warga Kota Samarinda asal Kediri menginginkan kota yang semakin kondusif, sehingga semakin baik bagi kami sebagai paguyuban untuk terus berusaha dan bermukim di sini,” pungkasnya.

