BONTANG: Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang berupaya menanamkan pola pikir kewirausahaan kepada pelajar melalui program UMKM Goes to School.
Program ini menyasar siswa tingkat SMA dan SMK di Bontang agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja setelah lulus, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha sendiri.
Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang, Muh Takwin, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap keterbatasan lapangan kerja yang tidak selalu sebanding dengan jumlah lulusan baru setiap tahun.
Di Kota Bontang sendiri terdapat sekitar 26 sekolah tingkat SMA dan SMK. Dari jumlah tersebut, diperkirakan sekitar 2.600 hingga 5.000 lulusan baru setiap tahun yang akan memasuki dunia kerja.
“Kita melihat selama ini banyak orang membuka usaha karena terpaksa, misalnya karena tekanan ekonomi atau tidak diterima bekerja di sektor formal. Pola pikir seperti ini yang ingin kita ubah,” ujar Takwin saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 10 Maret 2026.
Menurutnya, selama ini wirausaha kerap dipandang sebagai pilihan terakhir setelah seseorang gagal mendapatkan pekerjaan formal.
Padahal, berwirausaha justru dapat menjadi pilihan karier yang menjanjikan jika dipersiapkan sejak dini.
Melalui program UMKM Goes to School, DKUMPP Bontang memberikan edukasi kepada pelajar mengenai berbagai peluang usaha, termasuk yang berbasis digital.
Takwin menilai perkembangan teknologi dan media sosial membuka peluang besar bagi generasi muda untuk memulai usaha tanpa harus memiliki modal besar.
“Sekarang anak-anak muda sudah sangat dekat dengan media sosial seperti TikTok dan Instagram. Platform itu sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk menjalankan usaha,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa melalui internet seseorang dapat menjangkau pasar yang jauh lebih luas dibandingkan dengan usaha konvensional yang hanya mengandalkan pelanggan di sekitar lokasi usaha.
“Kalau dulu orang membuka toko, yang datang membeli paling hanya orang sekitar. Tapi kalau melalui internet, pasar kita bisa menjangkau berbagai daerah bahkan luar kota,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, pelajar juga diperkenalkan dengan berbagai konsep bisnis digital, termasuk affiliate marketing, yaitu model usaha dengan memasarkan produk milik pihak lain melalui platform digital tanpa harus memiliki stok barang.
“Anak-anak juga kita jelaskan bahwa usaha tidak selalu membutuhkan modal besar. Ada model bisnis seperti affiliate yang tidak perlu menyimpan barang, cukup membantu menjual produk orang lain dan mendapatkan komisi,” terang Takwin.
Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi akan membawa perubahan besar terhadap dunia kerja di masa depan.
Banyak pekerjaan yang bersifat manual diperkirakan akan semakin berkurang akibat otomatisasi dan digitalisasi.
Karena itu, menurutnya penting bagi generasi muda untuk memahami konsep kewirausahaan sejak masih berada di bangku sekolah.
“Yang tidak akan pernah hilang itu adalah aktivitas jual beli. Bedanya sekarang bisa dilakukan secara online maupun offline. Itu yang kita coba kenalkan kepada anak-anak sejak dini,” ujarnya.
Takwin mengungkapkan program UMKM Goes to School sejauh ini telah dilaksanakan di delapan sekolah di Kota Bontang.
Dari kegiatan tersebut, sejumlah pelajar mulai menunjukkan ketertarikan terhadap dunia usaha.
“Sudah ada yang mulai bertanya soal permodalan dan bagaimana memulai usaha. Artinya mereka mulai tertarik,” katanya.
DKUMPP Bontang berharap melalui program tersebut generasi muda memiliki alternatif pilihan karier selain bekerja di sektor formal.
“Kalau pola pikir ini bisa berubah sejak sekolah, ke depan mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja bagi orang lain,” pungkasnya.

