SAMARINDA: Kesuksesan tidak hanya diukur dari pencapaian duniawi, tetapi juga dari bagaimana seseorang mampu menjadi pribadi yang saleh dan membawa kebaikan bagi orang tuanya.
Pesan itu disampaikan Ketua Yayasan Pendidikan Islam Granada Abu Said saat memberikan nasihat kepada para siswa dalam wisuda Al-Qur’an angkatan VIII SMA IT Granada Samarinda, di Aula Cordova SMP IT Cordova Samarinda, Rabu, 11 Maret 2026.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan bahwa capaian hafalan Al-Qur’an para siswa selama menempuh pendidikan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan sebuah tahapan yang harus terus dilanjutkan dan ditingkatkan.
“Kepada Bapak dan Ibu orang tua siswa perlu saya sampaikan bahwa capaian ini bukanlah akhir. Ini adalah satu tahapan. Berapapun yang dicapai oleh anak kita maka itu patut kita syukuri,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa capaian para siswa tentu berbeda-beda. Ada yang berhasil menghafal dua hingga tiga juz, bahkan ada yang mampu menuntaskan hafalan hingga 30 juz Al-Qur’an.
Perbedaan tersebut menurutnya merupakan hal yang wajar karena setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya dukungan dan motivasi dari orang tua agar para siswa tetap bersemangat untuk meningkatkan hafalan dan kualitas diri mereka ke depan.
“Hal yang paling penting adalah motivasi dari orang tua yang sangat diharapkan kepada anak-anak, agar mereka tetap bersemangat melanjutkan apa yang telah dicapai dan meningkatkannya,” katanya.
Ia juga menilai target hafalan yang ditetapkan sekolah, yakni tiga juz, merupakan target yang wajar.
Namun jika ada siswa yang belum mampu mencapainya, hal itu tetap perlu disikapi sebagai bagian dari proses pembelajaran yang harus terus dievaluasi.
Menurutnya, evaluasi dari para guru, khususnya guru tahfidz Al-Qur’an, menjadi penting agar pembelajaran dapat terus diperbaiki dan capaian siswa pada angkatan berikutnya bisa lebih optimal.
“Dengan evaluasi dari para guru tahfidz, kita berharap ke depan semakin banyak siswa yang bisa mencapai target bahkan melebihi dari yang ditetapkan,” ujarnya.
Selain menyoroti capaian akademik dan hafalan Al-Qur’an, ia juga mengingatkan para siswa yang akan segera lulus agar terus meningkatkan kualitas diri serta menjaga nilai-nilai yang telah dipelajari selama menempuh pendidikan.
Ia menekankan bahwa harapan terbesar orang tua sebenarnya bukan hanya melihat anak sukses secara materi, tetapi juga menjadi pribadi yang saleh.
“Semua orang tua tentu ingin anaknya sukses. Tapi yang paling utama adalah sukses di akhirat, dan itu bisa diraih jika menjadi anak yang saleh,” tuturnya.
Ia mengutip hadis yang menjelaskan bahwa amal manusia akan terputus ketika meninggal dunia kecuali tiga hal, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya.
Menurutnya, itulah yang menjadi harapan terbesar setiap orang tua terhadap anak-anak mereka.
“Yang paling utama adalah bagaimana anaknya menjadi pribadi yang saleh dan bisa membawa orang tuanya menuju kebaikan, bahkan menjadi jalan bagi orang tuanya menuju surga,” katanya.
Ia juga mengingatkan para siswa agar tetap menjaga hubungan baik dengan para guru dan tidak melupakan nasihat yang telah diberikan selama menempuh pendidikan.
“Jaga komunikasi dengan para ustaz dan ustazah, jangan lupakan nasihat yang telah diberikan. Itu akan menjadi bekal penting dalam kehidupan kalian,” ujarnya.
Di akhir pesannya, ia berharap para siswa dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta terus meningkatkan kualitas diri, baik dari segi ilmu maupun akhlak.
“Silakan melanjutkan pendidikan di mana pun nantinya. Yang penting dijalani dengan baik dan tetap menjaga nilai-nilai yang telah dipelajari selama di sekolah,” pungkasnya.

