SAMARINDA: SMA Islam Terpadu Granada Samarinda mencatat peningkatan signifikan dalam capaian hafalan Al-Qur’an pada angkatan VIII. Dari total 111 siswa kelas XII yang mengikuti Wisuda Al-Qur’an, lebih dari 60 persen di antaranya berhasil mencapai hafalan minimal tiga juz.
Kepala SMA IT Granada Samarinda Abdul Wahab Syahrani mengatakan peningkatan tersebut menjadi alasan utama sekolah menggelar wisuda Al-Qur’an secara khusus, terpisah dari acara perpisahan tahunan.
“Kegiatan ini baru pertama kali digelar sejak SMA IT Granada berdiri. Kami melihat pertumbuhan dan peningkatan hafalan Al-Qur’an di angkatan VIII cukup terasa,” ujarnya saat diwawancarai usai Wisuda Al-Qu’an Angkatan VIII SMA IT Granada di Aula Cordova SMP IT Cordova Samarinda, Rabu 11 Maret 2026.
Menurutnya, jumlah siswa yang mencapai target hafalan cukup banyak sehingga pemberian penghargaan dan sertifikat tidak lagi bisa digabungkan dengan acara perpisahan sekolah.
“Yang mencapai target hafalan tiga juz cukup banyak, sehingga tidak bisa lagi diselipkan dalam acara perpisahan. Karena itu kami mengadakan wisuda Al-Qur’an tersendiri,” katanya.
Ia menyebutkan bahwa seluruh peserta wisuda merupakan siswa kelas XII yang akan lulus pada tahun ini dengan jumlah 111 orang.
“Kalau saya hitung tadi, capaian yang tiga juz ke atas itu sudah lebih dari 60 persen. Ini tentu membuat kami cukup bangga,” tambahnya.
Abdul Wahab berharap capaian tersebut dapat terus meningkat pada angkatan berikutnya.
Ia menjelaskan bahwa program tahfiz Al-Qur’an di SMA IT Granada sudah menjadi bagian dari kurikulum pembelajaran sekolah.
“Program hafalan Al-Qur’an ini memang sudah masuk dalam kurikulum, sehingga ada jam-jam tahfiz yang mereka jalani setiap pekan,” jelasnya.
Selain itu, sekolah juga memiliki program khusus bernama tahasus Al-Qur’an yang diperuntukkan bagi siswa yang memiliki minat dan kemampuan lebih dalam menghafal Al-Qur’an.
“Program tahasus Al-Qur’an ini khusus untuk anak-anak yang memiliki minat tinggi dalam menghafal Al-Qur’an. Di kelompok ini ada yang mencapai hafalan hingga 10 juz,” katanya.
Saat ini SMA IT Granada Samarinda telah memasuki tahun ke-11 sejak berdiri pada 2016 dengan jumlah siswa sekitar 350 orang.
Selain program tahfiz, sekolah juga memiliki sejumlah program unggulan lain, seperti program English yang bekerja sama dengan Cambridge University Press, kemudian ada Arabic Camp bekerja sama dengan Yayasan Mustaqili.
Tak hanya itu, SMA IT Granada juga menyediakan program overseas berupa kunjungan atau pertukaran pelajar ke luar negeri guna memperluas wawasan siswa.
“Melalui program ini kami ingin memastikan bahwa siswa Granada siap menjadi bagian dari masyarakat global yang mampu bersaing di tingkat dunia,” katanya.
Abdul Wahab juga berpesan kepada para lulusan agar tetap menjaga hafalan Al-Qur’an serta mengamalkan nilai-nilai yang telah dipelajari selama di sekolah.
“Yang paling penting setelah ini adalah kesadaran mereka untuk tetap menjaga hafalan Al-Qur’an dan menjalankan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa peran orang tua sangat penting dalam mendukung anak-anak agar tetap istiqamah bersama Al-Qur’an setelah lulus dari sekolah.
“Mudah-mudahan mereka bertemu dengan lingkungan yang baik dan terus menjaga hafalan Al-Qur’an,” tutupnya.

