SAMARINDA: Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan ketersediaan minyak goreng subsidi “Minyakita” masih dalam kondisi aman di pasaran.

Distribusi komoditas tersebut dilakukan melalui Bulog dan disalurkan ke sejumlah pasar di kota ini, termasuk melalui toko Sigap yang berada di lingkungan pasar.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Nadya Turisna, menjelaskan bahwa minyak subsidi tersebut tersedia cukup banyak sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaannya.
“Minyak kita ada di Bulog, lalu ditaruh di pasar-pasar. Kita juga punya toko Sigap di pasar-pasar itu, jadi Minyakita ada dan cukup banyak. Kalau ditanya stoknya, aman,” ujarnya usai rapat RKPD 2027 kepada awak media, Kamis, 12 Maret 2026.
Menurut Nadya, dalam mekanisme distribusinya Bulog tidak langsung menjual minyak tersebut kepada masyarakat.
Penyaluran dilakukan melalui pihak ketiga yang kemudian menjualnya kembali di pasar.
Meski melibatkan pihak ketiga, harga jual tetap harus mengikuti harga eceran tertinggi (HET), yakni sekitar Rp15.700 per liter yang telah ditetapkan pemerintah.
Sistem ini disebutnya mirip dengan mekanisme distribusi gas LPG bersubsidi yang juga melalui rantai penyaluran tertentu sebelum sampai ke konsumen.
“Kalau harga HET-nya saya tidak hafal persis, sekitar Rp15 ribuan per liter. Yang jelas tetap harus mengikuti harga yang sudah ditetapkan pemerintah,” jelasnya.
Selain memastikan ketersediaan minyak goreng subsidi, pemerintah juga telah melakukan pengecekan terhadap stok bahan pokok lainnya pada Rabu, 11 Maret 2026.
Inspeksi mendadak (sidak) dilakukan tidak hanya di gudang milik pemerintah, tetapi juga di gudang milik swasta.
Dari hasil pengecekan tersebut, pemerintah kota mendapati stok bahan pokok seperti beras, gula, dan tepung masih dalam jumlah yang cukup.
“Kemarin kami juga cek di gudang Bulog dan beberapa gudang swasta. Di CV Dermaga juga kami lihat stok beras banyak, gula banyak, tepung juga ada,” katanya.
Meski demikian, Nadya mengakui pemerintah kota tidak sepenuhnya dapat mengendalikan dinamika harga di pasar karena dipengaruhi oleh mekanisme ekonomi.
Namun sejauh ini, dari sisi ketersediaan barang, kondisi masih terpantau aman.

