KUKAR: Tren busana muslim menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah terus berkembang dengan fokus pada kenyamanan dan fungsionalitas.
Hal itu terlihat di Syahla Boutique yang berada di Muara Badak, Kutai Kartanegara, yang masih ramai dikunjungi pembeli hingga pukul 21.00 WITA.
Selain mencari busana untuk hari raya, banyak pengunjung memadati area hijab.
Perhatian para pencinta mode tertuju pada pashmina viscose printed yang diprediksi menjadi salah satu tren hijab Lebaran tahun 2026.
Model pashmina ini diminati karena memadukan tampilan elegan dengan kenyamanan.
Bahan viscose yang ringan, adem, dan mudah dibentuk membuat hijab ini tetap nyaman digunakan sepanjang hari saat bersilaturahmi.
Salah satu pembeli, Yuni, mengaku tertarik membeli pashmina tersebut karena tren yang sedang viral serta kualitas bahan yang dinilai nyaman.
“Beli karena pertama itu viral, terus pas dilihat langsung ternyata memang bagus dan bahannya nyaman, apalagi harganya terjangkau,” ujarnya usai berbelanja di Syahla Boutique, Muara Badak, Minggu, 15 Maret 2026.
Di butik tersebut, pashmina viscose printed dijual dengan harga Rp65.000.
Harga itu dinilai cukup ekonomis jika dibandingkan dengan produk serupa di berbagai platform belanja daring yang umumnya dibanderol sekitar Rp80.000 hingga Rp90.000.
Untuk segmen premium atau produk bermerek milik figur publik, harga pashmina viscose bahkan dapat mencapai sekitar Rp120.000.
“Itu sudah termasuk murah banget. Soalnya kalau di online juga masih di bawah 80 sampai 90 ribu. Bahkan kalau yang branded bisa sampai 120 ribuan,” katanya.
Selain faktor harga, model pashmina juga dinilai cocok bagi perempuan berhijab dengan bentuk wajah cenderung lonjong karena dapat memberikan kesan visual yang lebih proporsional.
Tren hijab yang sederhana namun tetap elegan ini mencerminkan perubahan gaya busana muslim yang semakin fleksibel, di mana masyarakat kini lebih memprioritaskan kenyamanan serta efisiensi biaya tanpa mengorbankan penampilan saat merayakan hari kemenangan.

