SAMARINDA: Program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menjelang Idulfitri 1447 Hijriah mendapat respons tinggi dari masyarakat.
Warga memanfaatkan program tersebut untuk memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Lebaran.

Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Fahmi Himawan, mengatakan kegiatan GPM yang dilaksanakan selama ini dinilai tepat sasaran karena mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Kita berharap semua kegiatan ini tepat guna dan tepat sasaran. Dari pelaksanaan GPM yang sudah berjalan, masyarakat merasa difasilitasi untuk mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga di bawah harga eceran tertinggi,” ujarnya saat diwawancarai di GPM Serentak se-Kaltim di halaman kantor DPTPH Kaltim di Samarinda, Selasa, 17 Maret 2026.
Ia menyebutkan hingga saat ini pelaksanaan GPM di Kaltim telah mencapai 114 kali kegiatan, baik yang diselenggarakan pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota.
Menurut Fahmi, setiap pelaksanaan GPM selalu dipadati pengunjung.
Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau, terutama menjelang hari besar keagamaan.
“Biasanya GPM ini selalu ramai. Masyarakat merasa diperhatikan karena bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah,” katanya.
Meski sempat mengkhawatirkan minat masyarakat menurun karena mendekati Lebaran, di mana fokus pengeluaran mulai bergeser ke kebutuhan sandang, Fahmi mengungkapkan antusiasme warga tetap tinggi.
“Awalnya kami khawatir karena sudah mendekati Lebaran, tapi ternyata masih ramai. Harapannya dalam satu hari ini pengunjung bisa lebih banyak lagi karena pasokan yang kita siapkan juga cukup besar,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, GPM tidak hanya mengandalkan anggaran dari pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan berbagai pihak melalui skema kolaborasi.
“Anggaran ini kolaborasi, ada dari APBD dan juga dukungan dari stakeholder seperti Bank Indonesia yang membantu fasilitas, termasuk tenda, meja, kursi, dan lainnya,” ujarnya.
Selain itu, sejumlah pelaku usaha pangan juga turut terlibat dalam mendukung kelancaran distribusi dan penyediaan komoditas, seperti Perusda MBS dan Varia Niaga Samarinda.
Fahmi menegaskan persoalan pangan merupakan isu strategis yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak, tidak hanya pemerintah.
“Masalah pangan ini adalah masalah pokok, jadi harus melibatkan banyak pihak, termasuk pelaku usaha,” katanya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme pemerintah daerah di 10 kabupaten dan kota yang turut berpartisipasi dalam pelaksanaan GPM secara serentak.
Bahkan beberapa kepala daerah hadir langsung untuk memantau kegiatan tersebut.
“Tadi dari Kutai Barat ada Bupati, dari Berau juga Ibu Bupati hadir langsung. Ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas pangan menjelang Lebaran,” ujarnya.
Pemprov Kaltim berharap melalui GPM ini stabilitas harga dan pasokan bahan pokok tetap terjaga, serta daya beli masyarakat terlindungi di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

