SAMARINDA: Memasuki H-2 hingga H-1 Lebaran 2026, arus mudik di Terminal Lempake Samarinda, Kalimantan Timur, masih terpantau kondusif dan belum menunjukkan lonjakan penumpang yang signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Staf Administrasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim di Terminal Lempake Marsel mengatakan kondisi ini sudah terlihat sejak H-7 Lebaran, di mana pergerakan penumpang masih relatif normal.
“Kalau kami lihat dari H-7 sampai sekarang, kondisinya masih lancar dan belum terlalu masif. Penumpang juga masih kondusif,” ujarnya saat diwawancarai di ruang kerjanya Terminal Lempake, Kamis, 19 Maret 2026.
Menurutnya, lonjakan penumpang biasanya mulai terjadi pada H-3 menjelang Lebaran.
Namun, hingga saat ini peningkatan tersebut belum terlihat secara signifikan.
“Biasanya dari H-3 itu sudah mulai ramai. Tapi tahun ini berbeda, belum terlihat lonjakan besar,” jelasnya.
Marsel menyebutkan, rata-rata jumlah keberangkatan bus saat ini berkisar 10 unit per hari, meningkat dibanding hari biasa yang hanya sekitar 4 hingga 7 unit.
Setiap bus memiliki kapasitas sekitar 30 penumpang, dengan rute utama Samarinda–Bontang dan Samarinda–Sangatta.
“Untuk hari ini saja, keberangkatan ke Bontang sudah empat bus, dan Sangatta juga sekitar tiga sampai empat bus,” katanya.
Meski demikian, kondisi penumpang cenderung fluktuatif.
Pada pagi hari sempat terjadi peningkatan, namun menjelang siang kembali menurun.
“Tadi pagi lumayan, tapi sekarang sudah sepi lagi,” ungkapnya.
Marsel menegaskan, tarif angkutan bus tidak mengalami kenaikan selama periode mudik Lebaran tahun ini.
Untuk rute Samarinda–Bontang, tarif bus non-AC dipatok Rp40 ribu dan AC Rp50 ribu.
Sementara rute Samarinda–Sangatta, tarif non-AC Rp55 ribu dan AC Rp70 ribu.
“Tarif masih sama seperti hari biasa, tidak ada kenaikan,” tegasnya.
Adapun jadwal keberangkatan dimulai pukul 07.50 Wita dan berakhir sekitar pukul 15.00 Wita, tanpa penambahan jam operasional.
Marsel mengungkapkan, kondisi arus mudik tahun ini berbeda dibandingkan momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang cenderung membludak.
Menurutnya, salah satu faktor penyebab belum terjadinya lonjakan penumpang adalah perbedaan jadwal libur masyarakat, terutama antara mahasiswa dan pekerja.
“Liburnya tidak bersamaan, jadi penumpang tidak datang sekaligus. Lebih dicicil,” ujarnya.
Selain itu, keberadaan pelabuhan di daerah tujuan seperti Bontang juga memengaruhi pola perjalanan masyarakat yang kini tidak lagi bergantung pada jalur darat melalui Samarinda.
Meski belum terjadi lonjakan signifikan, pihak terminal memperkirakan peningkatan penumpang masih mungkin terjadi hari H Lebaran.
“Bisa saja nanti mendadak ramai, karena biasanya di hari-hari terakhir itu sulit diprediksi,” kata Marsel.
Ia memastikan operasional terminal tetap berjalan normal, bahkan pada hari H Lebaran, dengan sejumlah armada yang tetap disiagakan.
“Kami tetap buka dan melayani. Hari H juga masih ada bus yang standby,” tutupnya.

