SAMARINDA: Rencana peresmian Pasar Pagi Samarinda yang semula dijadwalkan setelah Lebaran dipastikan ditunda.
Penundaan dilakukan karena Pemerintah Kota Samarinda masih melakukan penyempurnaan sejumlah pekerjaan, terutama terkait masalah tempias air hujan dan penyesuaian sistem sirkulasi udara di dalam bangunan.

Asisten II Sekretariat Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Marnabas Patiroy, mengakui tidak ada proyek pembangunan yang sepenuhnya sempurna tanpa kekurangan.
Ia menjelaskan evaluasi dilakukan setelah ditemukan kendala pada aliran udara di dalam pasar, terutama setelah beberapa bagian bangunan ditutup untuk mengantisipasi tempias air hujan.
“Memang tidak ada yang 100 persen sempurna. Kita sudah gunakan perhitungan dari ahli sirkulasi udara, tapi ketika bangunan nanti ditutup ketika hujan, aliran udara otomatis berkurang,” ujarnya, Rabu, 25 Maret 2026.
Untuk itu, Pemkot tengah mencari solusi agar sirkulasi udara tetap optimal meskipun terdapat penyesuaian pada struktur bangunan.
Salah satu upaya yang dibahas adalah pengaturan sistem buka-tutup agar tetap dapat mengurangi dampak hujan tanpa menghambat aliran udara secara signifikan.
“Ini sedang kita rumuskan. Bagaimana supaya tetap tertutup saat hujan, tapi udara yang masuk tetap maksimal,” katanya.
Marnabas menjelaskan kondisi tersebut merupakan bagian dari mitigasi risiko terhadap faktor cuaca.
Konsekuensinya, aliran udara diperkirakan tidak bisa sepenuhnya optimal seperti kondisi awal, namun tetap diupayakan agar kenyamanan pedagang dan pengunjung tetap terjaga.
“Pasti ada konsekuensi, karena ini bagian dari mitigasi risiko. Tapi tetap kita upayakan agar sirkulasi udara tetap baik,” jelasnya.
Terkait waktu peresmian, ia belum dapat memastikan tanggal pasti.
Marnabas menyebut penyelesaian perbaikan diperkirakan memerlukan waktu antara satu hingga tiga bulan dan telah masuk dalam perencanaan anggaran tahun berjalan.
“Kita tunggu sampai selesai dulu. Perkiraan satu sampai tiga bulan, dan itu sudah dianggarkan tahun ini,” tambahnya.
Di sisi lain, Pemkot juga menyiapkan konsep pengembangan Pasar Pagi sebagai ruang publik yang lebih modern dan menarik, termasuk pemanfaatan area rooftop.
Kawasan tersebut direncanakan menjadi ruang terbuka dengan panorama Sungai Mahakam yang dapat dimanfaatkan sebagai area rekreasi maupun kuliner.
“Di atas itu nanti kita buat menarik, karena pemandangannya langsung ke Sungai Mahakam. Bisa jadi ruang publik atau kafe,” ungkapnya.
Fasilitas penunjang seperti lift juga disiapkan untuk memudahkan akses pengunjung menuju area rooftop.
Konsep ini disebut sebagai bagian dari upaya menyesuaikan kebutuhan generasi muda, khususnya Gen Z yang cenderung menyukai ruang terbuka.
Pemkot berharap setelah seluruh penyempurnaan rampung, Pasar Pagi tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan, tetapi juga menjadi destinasi baru di Samarinda yang mampu menarik minat masyarakat maupun wisatawan.

