

SAMARINDA: Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Samarinda Abdul Rohim meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda membangun sistem pengendalian banjir secara menyeluruh dari hulu hingga hilir agar proyek yang dikerjakan dapat langsung berfungsi optimal.
Hal tersebut disampaikan Abdul Rohim saat menyampaikan hasil evaluasi Pansus LKPj terhadap pembangunan fisik Pemerintah Kota Samarinda Tahun Anggaran 2025.
Menurutnya, secara umum capaian pembangunan fisik menunjukkan tren positif. Namun, DPRD menilai penganggaran pembangunan pengendalian banjir masih perlu dibenahi agar lebih terintegrasi dan berbasis sistem.
“Yang pertama tentu saja prioritas soal penanganan banjir,” ujarnya diwawancarai media, Rabu, 13 Mei 2026.
Ia menjelaskan sistem pengendalian banjir tidak cukup hanya membangun kolam retensi, tetapi juga harus disertai pembangunan outlet, drainase, pintu air hingga koneksi ke sungai.
“Satu sistem banjir itu ada kolam retensi, folder, drainase sampai kemudian ke sungai. Kalau kolam retensinya saja yang selesai tapi outlet dan drainasenya tidak selesai, maka tidak akan berfungsi optimal,” jelasnya.
Abdul Rohim mencontohkan pembangunan kolam retensi di kawasan Sempaja yang hingga kini belum berfungsi maksimal karena outlet saluran airnya belum rampung.
“Kolam retensi Sempaja itu ternyata belum bisa berfungsi secara optimal karena outlet-nya belum selesai,” katanya.
Karena itu, Pansus LKPj meminta setiap proyek pengendalian banjir disusun dalam satu paket penganggaran yang mampu menyelesaikan seluruh sistem sekaligus.
“Kalau kolam retensi itu untuk pengendalian banjir supaya bisa berfungsi, maka harus selesai retensinya, outlet-nya, pintu airnya, drainasenya sampai ke sungai,” tegasnya.
Ia menilai pola pembangunan bertahap tanpa menyelesaikan seluruh sistem hanya akan membuat proyek yang sudah selesai tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
“Nanti jangan kolam retensinya selesai dulu, outlet-nya baru dikerjakan tahun berikutnya. Akhirnya yang sudah selesai ini tidak bisa optimal,” pungkasnya.

