SAMARINDA: Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan proses rehabilitasi bangunan SMP Negeri 2 Samarinda yang terdampak kebakaran segera dimulai.
Untuk proyek ini, anggaran sebesar Rp1,9 miliar telah disiapkan guna memulihkan fungsi bangunan secara menyeluruh.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkot Samarinda, Marnabas Patiroy, menyampaikan bahwa tahapan awal berupa pembersihan lokasi sudah rampung.
Selain itu, desain atau gambar rencana pembangunan juga telah mendapatkan persetujuan dari Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
“Proses pembersihan sudah selesai. Gambar rencana bangunan juga sudah disetujui Pak Wali kemarin. Anggarannya sekitar Rp1,9 miliar untuk membangun kembali atap, lantai, dan fungsionalitas bangunan secara keseluruhan,” ujarnya, Rabu, 22 April 2026.
Menurut Marnabas, meskipun titik kebakaran berada di lantai dua, perbaikan akan dilakukan secara menyeluruh.
Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan struktur bangunan, termasuk bagian di bawahnya.
Ia menjelaskan, atap yang roboh akan dibangun ulang sepenuhnya.
Sementara itu, dinding serta ruang-ruang terdampak lainnya akan diperbaiki melalui pemolesan dan pengecatan ulang agar kembali layak digunakan.
Pemkot menargetkan pengerjaan fisik dapat selesai dalam waktu relatif singkat. Dengan demikian, aktivitas belajar mengajar bisa kembali berjalan normal tanpa gangguan berarti.
“Kami berharap segera fungsional. Targetnya secepat mungkin, kemungkinan dalam 3 hingga 4 bulan pembangunan fisik ini bisa selesai,” jelasnya.
Di sisi lain, proses pembelajaran siswa dipastikan tetap berlangsung selama masa renovasi.
Pihak sekolah telah melakukan mitigasi internal dengan memanfaatkan ruang kelas yang masih tersedia.
Bahkan, sebelumnya Wali Kota sempat menawarkan opsi penyewaan lokasi alternatif.
Namun, pihak sekolah menilai kapasitas ruang yang ada masih mencukupi, apalagi siswa kelas IX telah menyelesaikan ujian.
“Mitigasi mereka sudah berjalan. Ruangan masih cukup untuk menyebar siswa,” tambahnya.
Meski demikian, Pemkot menekankan pentingnya aspek keselamatan selama proses pembangunan berlangsung.
Area proyek akan disterilkan secara ketat untuk mencegah risiko kecelakaan.
“Kami minta disterilkan dulu sampai benar-benar jadi. Jangan sampai ada material jatuh saat proyek berjalan yang bisa membahayakan anak-anak. Setelah selesai semua, baru boleh difungsikan kembali,” tegasnya.
Untuk pelaksanaan teknis proyek, termasuk pengelolaan anggaran, Pemkot menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Pendidikan Kota Samarinda sebagai instansi terkait.
Melalui percepatan rehabilitasi ini, Pemkot berharap lingkungan belajar di SMPN 2 Samarinda dapat segera pulih, sehingga kegiatan pendidikan kembali berjalan optimal dalam waktu dekat.

