SAMARINDA: Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda merencanakan pembangunan sodetan atau saluran baru dari kawasan Cermai menuju Sungai Mahakam sebagai upaya mengatasi persoalan banjir dan genangan yang kerap terjadi di sejumlah titik kota.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan peninjauan lapangan telah dilakukan untuk memastikan kesiapan rencana tersebut, termasuk kondisi drainase di beberapa kawasan rawan genangan.
“Hari ini kami turun lengkap untuk meninjau rencana sodetan dari arah Pam BTN menuju Sungai Mahakam. Ini akan menjadi saluran utama untuk mengalirkan air, termasuk dari Jalan Cermai dan kawasan Dirgahayu yang selama ini sering mengalami luapan,” ujar Andi Harun diwawancarai media, Rabu, 22 April 2026.
Ia menjelaskan, proyek sodetan tersebut ditargetkan dapat mulai direalisasikan pada tahun ini, dengan fokus utama mengurangi beban air di kawasan yang selama ini menjadi titik rawan banjir.
“Rencananya tahun ini kita lakukan sodetan langsung dari Ciremai ke arah Mahakam,” tegasnya.
Selain meninjau rencana sodetan, Pemkot juga mengevaluasi kondisi drainase di sekitar Jalan Gadjah Mada.
Dari hasil peninjauan, ditemukan bahwa sedimentasi di saluran drainase sudah cukup tinggi.
“Walaupun kita lakukan pemeliharaan berkala, tetapi kondisi limpasan air di Samarinda ini tidak hanya membawa air, tapi juga lumpur,” jelasnya.
Menurut Andi Harun, tingginya kandungan lumpur dalam aliran air menjadi salah satu penyebab utama cepatnya pendangkalan saluran drainase.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan drainase di Samarinda tidak bisa hanya dilakukan di satu level, melainkan harus melibatkan berbagai tingkatan pemerintahan hingga masyarakat.
“Drainase ini harus kita pantau dan lakukan pengangkatan sedimen secara berkala. Tapi kita juga sadar, dengan keterbatasan tenaga dan luasnya jaringan drainase, penanganannya harus dilakukan secara paralel,” ujarnya.
Andi Harun menambahkan, keterlibatan masyarakat di tingkat RT, kelurahan, hingga kecamatan menjadi penting dalam menjaga fungsi saluran air agar tetap optimal.

