SAMARINDA: Menjelang Iduladha 2026, para pedagang hewan kurban di Samarinda memastikan kondisi kesehatan sapi yang dijual kepada masyarakat tetap terjaga.
Pemeriksaan kesehatan menjadi perhatian utama, terutama karena sebagian besar sapi kurban didatangkan dari luar daerah, khususnya dari wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikenal sebagai salah satu sentra peternakan sapi nasional.
Salah satu pedagang sapi kurban di kawasan Jalan Rapak Indah, Kelurahan Loa Bakung, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Rama Setia Nugraha atau Danu, menjelaskan bahwa seluruh sapi yang dikirim ke Samarinda telah melalui tahapan pemeriksaan kesehatan ketat sebelum diberangkatkan.
“Kalau dari sana sebelum diberangkatkan sudah dicek kesehatannya. Hewan ternak juga sudah diperiksa dan ada proses karantina dulu sebelum dikirim,” ujarnya saat ditemui di lapaknya, Rabu, 29 April 2026.
Menurutnya, pengiriman sapi dari NTT ke Kalimantan dilakukan melalui jalur laut menggunakan kapal kargo maupun kapal tol laut.
Meski perjalanan cukup panjang, kondisi hewan tetap dipastikan aman dan sehat.
“Kalau jalur pengiriman biasanya lewat kapal, kadang kapal kargo, kadang juga tol laut. Tapi yang jelas sebelum sampai ke sini sapi sudah dipastikan sehat,” katanya.
Danu menegaskan bahwa kesehatan hewan merupakan prioritas utama dalam bisnis penjualan sapi kurban karena berkaitan langsung dengan kepercayaan masyarakat.
“Kalau soal kesehatan itu nomor satu. Sebelum sampai ke sini biasanya sudah ada pemeriksaan dari dokter hewan juga,” jelasnya.
Selain pemeriksaan di daerah asal, pengawasan kesehatan sapi juga dilakukan kembali oleh pemerintah daerah melalui dinas terkait setibanya di Samarinda.
Pemeriksaan lanjutan tersebut bertujuan memastikan hewan bebas dari penyakit menular serta memenuhi syarat sebagai hewan kurban yang layak.
“Alhamdulillah setiap tahun ada pengecekan dari dinas juga. Jadi kami sebagai pedagang terbantu karena kesehatan hewan tetap dipantau,” ujarnya.
Menurut Danu, jaminan kesehatan hewan sangat penting agar masyarakat memperoleh daging kurban yang aman, sehat, dan berkualitas.
“Yang penting sapi yang dijual sehat dan layak kurban. Jadi masyarakat juga merasa lebih tenang saat membeli,” pungkasnya.

