
BONTANG: Sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru, DPRD Bontang mendorong penguatan sektor pariwisata. Terutama melalui, penyiapan regulasi dan kerja sama lintas sektor.
Hal tersebut disampaikan, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, kepada narasi.co, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia menuturkan, pariwisata memiliki potensi besar untuk menjadi penopang ekonomi daerah. Khususnya dalam menghadapi penurunan ketergantungan terhadap sektor migas.
“Potensinya sangat besar, tapi memang harus dipersiapkan secara serius, baik dari sisi regulasi maupun dukungan kebijakan,” ujarnya.
Ia menilai, tanpa fondasi aturan yang kuat. Pariwisata akan sulit, berkembang maksimal dan berdaya saing dengan daerah lain yang lebih siap.
Karena itu, DPRD Bontang disebut siap mengambil peran dalam mendorong kebijakan yang mendukung penguatan sektor tersebut, termasuk melalui pembangunan infrastruktur penunjang dan pengembangan pelaku usaha lokal.
“Kita ingin sektor ini benar-benar berkembang dan memberi dampak langsung, terutama bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam proses pengembangan pariwisata agar berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, legislatif, dan stakeholder pariwisata menjadi faktor kunci dalam menciptakan ekosistem yang solid.
“Tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kolaborasi agar program yang dijalankan saling mendukung dan hasilnya bisa dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Ditambahkan, konsep pembangunan pariwisata ke depan juga harus memperhatikan aspek keberlanjutan. Termasuk menjaga keseimbangan, antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Dengan penguatan regulasi dan kolaborasi yang konsisten, sektor pariwisata diharapkan mampu tumbuh sebagai sektor unggulan baru di Kota Bontang.
“Harapannya bukan sekadar berkembang, tapi benar-benar bisa menjadi penggerak ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Adv)

