SAMARINDA: Debat terbuka Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman (BEM KM Unmul) tetap menggelar agenda bertajuk “Gubernur Kaltim Menerima Tantangan Debat” di kawasan Teras Samarinda, Rabu, 6 Mei 2026.
Kegiatan yang dikemas, dalam momentum Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional itu berlangsung unik.
Massa mahasiswa, menempatkan foto besar Rudy Mas’ud di lokasi acara sebagai simbol kehadiran gubernur dalam “debat terbuka” yang mereka gaungkan sejak aksi Februari lalu.
Presiden BEM KM Unmul, Hiththan Hersya Putra, mengatakan , penggunaan kalimat “Gubernur Kaltim menerima tantangan debat” dalam flyer merupakan bagian dari propaganda politik mahasiswa, bukan informasi bohong.
“Kalau dari kami ini bagian daripada propaganda, bukan berita bohong. Gubernur Kaltim menerimanya ya dalam bentuk foto,” ujarnya kepada wartawan.
Menurut Hiththan, langkah tersebut dilakukan, karena pihaknya menilai. Hampir mustahil, gubernur bersedia hadir langsung untuk berdebat secara terbuka.
“Kalau memang kami tidak bisa menyeret gubernur untuk mau berdebat, ya kami datang ke sini ke depan gedung Pemprov, berdebat dalam tanda kutip dengan gubernur melalui fotonya,” katanya.
Dalam forum itu, mahasiswa menyampaikan, berbagai kritik terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltim, mulai dari persoalan skala prioritas anggaran. Hingga respons pemerintah terhadap gelombang aksi mahasiswa beberapa waktu terakhir.
BEM KM Unmul menilai, pemerintah daerah belum memberikan jawaban yang memuaskan atas berbagai keresahan publik yang disampaikan sejak aksi 23 Februari hingga demonstrasi 21 April lalu.
“Kami merasa semua respons yang disampaikan, baik wawancara maupun video permintaan maaf, tidak pernah terkesan maksimal dan tulus,” ujar Hiththan.
Ia mengungkapkan, pihaknya sebelumnya telah beberapa kali mengirim surat tantangan debat kepada gubernur. Baik secara langsung ,maupun melalui jalur administrasi resmi.
Mahasiswa juga mengaku, rutin melakukan tindak lanjut, termasuk melalui media sosial pribadi gubernur. Namun hingga kini, menurut mereka, belum ada kepastian agenda debat terbuka tersebut.
“Pak Rudy pernah bilang suratnya tidak masuk. Kami tunjukkan bukti bahwa surat sudah masuk, dan beliau bilang siap bersua. Tapi sampai hari ini tidak ada kelanjutannya,” katanya.
Terkait klarifikasi Diskominfo Kaltim, yang menyebut flyer debat sebagai informasi tidak benar, Hiththan menilai hal itu merupakan bagian dari ruang perdebatan publik.
“Kalau memang dirasa hoaks, silakan diperdebatkan atau dilaporkan. Kami siap mempertanggungjawabkan,” ujarnya.
Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan akhir dari gerakan mahasiswa, melainkan bagian dari rangkaian perjuangan yang akan terus berlanjut.
“Apakah ini akhir perjuangan? Tidak. Perjuangan harus terus dilakukan dengan aksi berjilid-jilid dan bentuk perjuangan lainnya,” tegasnya.
Dalam orasinya, Hithtan sempat melontarkan sindiran kepada gubernur sambil menatap foto yang dipajang di lokasi acara.
“Sayangnya Pak Rudy hari ini sedang capek jadi tidak banyak bicara,” ucapnya yang disambut sorakan massa.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal telah membantah flyer yang menyebut gubernur menerima tantangan debat.
Pemprov menegaskan tidak pernah ada konfirmasi resmi terkait kehadiran gubernur dalam agenda tersebut dan mengimbau masyarakat lebih bijak menyikapi informasi di media sosial.

