
BONTANG: DPRD Kota Bontang menyiapkan agenda peninjauan langsung ke Autis Center sebagai bagian dari evaluasi terhadap layanan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di daerah.
Kunjungan tersebut direncanakan berlangsung dalam waktu dekat dan melibatkan unsur DPRD bersama pihak terkait untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas maupun sistem pelayanan yang berjalan saat ini.
Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mengatakan, langkah itu dilakukan agar pembahasan terkait layanan anak disabilitas tidak hanya berdasarkan laporan administratif, tetapi juga sesuai kondisi nyata di lapangan.
Menurutnya, DPRD ingin memastikan apakah fasilitas yang tersedia sudah mampu menjawab kebutuhan anak-anak yang menjalani terapi dan pendampingan.
“Insyaallah minggu depan kita akan turun langsung untuk melihat bagaimana kondisi pelayanan di sana,” ujarnya, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia menjelaskan, peninjauan nantinya tidak hanya berfokus pada sarana dan prasarana, tetapi juga pola penanganan terhadap anak-anak yang menjalani terapi di Autis Center.
DPRD juga akan memetakan sejauh mana kapasitas layanan yang tersedia, termasuk jumlah anak yang saat ini ditangani serta efektivitas program pendampingan yang dijalankan.
Selain itu, pria yang disering disapa Bang Faiz menyebut, pihaknya ingin memperjelas cakupan layanan di Autis Center, apakah hanya diperuntukkan bagi anak penyandang autisme atau turut melayani kategori disabilitas lain.
Menurutnya, hal tersebut penting agar fungsi layanan tidak tumpang tindih dengan sekolah inklusif maupun Sekolah Luar Biasa (SLB) yang telah tersedia di Kota Bontang.
“Kita ingin ada pembagian fungsi yang jelas supaya layanan untuk anak berkebutuhan khusus bisa berjalan maksimal,” katanya.
DPRD juga menaruh perhatian terhadap keberlanjutan terapi bagi anak autis, terutama terkait dukungan pembiayaan yang selama ini masih menjadi kendala bagi sebagian orang tua.
Andi menilai kebutuhan terapi anak autis bersifat berkelanjutan dan memerlukan dukungan yang konsisten agar perkembangan anak dapat terpantau dengan baik.
Karena itu, hasil kunjungan lapangan nantinya akan menjadi bahan evaluasi DPRD dalam menyusun rekomendasi kepada pemerintah daerah terkait penguatan layanan bagi anak berkebutuhan khusus.
“Kita ingin memastikan anak-anak ini mendapat pelayanan yang benar-benar sesuai kebutuhan mereka,” pungkasnya. (Adv)

