SAMARINDA: Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan, pasokan kebutuhan pokok masyarakat dalam kondisi aman. Meski sejumlah komoditas mulai mengalami kenaikan harga, jelang Hari Raya Iduladha 2026.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Provinsi Kaltim Heni Purwaningsih mengatakan, kenaikan harga yang terjadi saat ini lebih dipengaruhi oleh biaya distribusi dan transportasi, bukan akibat kelangkaan barang di pasaran.
“Terkait harga eceran tertinggi (HET) saya sampaikan ya, walaupun itu adalah harga eceran tertinggi, semua komoditas yang ada HET-nya itu tidak boleh dijual di atas HET. Itu ketentuannya,” ujarnya Sabtu, 16 Mei 2026.
Namun Heni mengaku, kondisi operasional distribusi di lapangan. Turut memengaruhi, harga jual sejumlah komoditas.
“Kita tahu harga BBM naik, sedangkan biaya distribusi salah satu komponennya bahan bakar. Ini juga sudah disuarakan oleh pedagang dan distributor kenapa ada kecenderungan kenaikan,” katanya.
Menurutnya, komoditas yang memiliki ketentuan harga eceran tertinggi seperti beras dan minyak goreng tetap harus dijual sesuai aturan pemerintah.
“Tapi untuk komoditas lain memang ada kenaikan, bukan karena kelangkaan, tapi karena komponen penyusun biaya harga jual salah satunya biaya transportasi,” jelasnya.
Meski demikian, dipastikan, kondisi pasokan pangan di Kaltim menjelang Iduladha tetap aman dan terkendali. Meski beberapa komoditas mengalami kenaikan harga.
Heni juga menyebut, tren inflasi di Kaltim pada awal Mei 2026, menunjukkan penurunan dibandingkan April lalu. Hal tersebut menjadi indikator, bahwa upaya pengendalian harga dan pasokan berjalan cukup baik.
“Inflasi awal Mei turun dibandingkan inflasi awal April. Artinya upaya pengendalian gejolak harga dan ketersediaan pasokan sudah berjalan sesuai harapan,” katanya.
Pemerintah, lanjut dia, juga telah memberikan edukasi kepada distributor dan pedagang. Agar tetap mengutamakan distribusi bahan pokok, menggunakan skema yang lebih efisien. Termasuk memanfaatkan BBM subsidi, sesuai ketentuan.
Harga Daging Naik
Terkait komoditas daging, Heni mengakui harga daging sapi, mulai mengalami kenaikan menjelang Iduladha.
Namun kenaikan tersebut dipastikan, bukan akibat keterbatasan stok.
“Daging memang mulai ada kenaikan, tapi bukan karena kelangkaan. Kebutuhan daging sapi kita masih mengandalkan pasokan dari luar daerah,” jelasnya.
Berbeda dengan daging sapi, kebutuhan daging ayam di Kalimantan Timur saat ini sebagian besar sudah mampu dipenuhi dari produksi lokal.
“Kalau daging ayam kita sudah swasembada sekitar 80 sampai 90 persen dipenuhi dari Kaltim sendiri,” katanya.
Selain itu, keberadaan produk daging beku dinilai menjadi alternatif. Bagi masyarakat, dalam memenuhi kebutuhan konsumsi menjelang hari besar keagamaan.

