SAMARINDA: Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) menargetkan pembentukan 1.000 Garda Domino Unggul (Gardu) di Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2027. Target tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan.
Ketua Umum PB PORDI Andi Jamaro Dulung mengatakan, secara nasional PORDI menargetkan setiap desa memiliki sedikitnya satu Gardu. Dengan jumlah desa dan kelurahan di Indonesia yang mencapai puluhan ribu, target tersebut diproyeksikan membentuk sekitar 80.000 Gardu.
“Target kami pada tahun 2027 setiap desa itu akan berdiri Gardu. Gardu itu singkatan dari Garda Domino Unggul yang oleh olahraga yang lain disebut klub. Kami targetkan setiap desa minimal satu Gardu,” kata Andi Jamaro dalam konferensi pers disela Samarinda Tournament Domino di GOR Segiri, Sabtu, 12 September 2026.
Khusus Kaltim, PORDI menargetkan pembentukan 1.000 Gardu dari sekitar 1.055 desa dan kelurahan yang ada di provinsi tersebut.
Menurut Andi Jamaro, apabila setiap Gardu dikelola oleh 10 pengurus dan memiliki sedikitnya 50 atlet, pembentukan 1.000 Gardu berpotensi melibatkan sekitar 5.000 pengurus dan 50.000 atlet.
Ia optimistis target tersebut dapat tercapai di bawah kepemimpinan Pengprov PORDI Kaltim.
“Saya optimis sekali atas kepemimpinan Adinda Andi Patur, saya optimis sekali bahwa target itu akan tercapai. Tinggal bagaimana kita mendisiplinkan Pengda, Pengcam, dan Gardu yang sudah ada untuk kita kembangkan menjadi setiap satu desa satu Gardu,” ujarnya.
Ketua PORDI Kaltim Andi Fathul Khair mengatakan, saat ini organisasi tersebut telah memiliki 315 Gardu yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Kaltim.
“Kalau target beliau bahwa tahun 2027 harus ada 1.000, hari ini kami perlu laporkan bahwa kami sudah berada di angka 315 Gardu hari ini,” kata Andi Patur.
Jumlah Gardu di Bontang mencapai 62, Balikpapan 54, Samarinda 56, Kutai Timur 27, Tenggarong 38, Kutai Barat 31, Paser 26, dan Penajam Paser Utara (PPU) 21 Gardu.
Saat ini, PORDI Kaltim telah memiliki kepengurusan di sembilan dari 10 kabupaten/kota. Mahakam Ulu (Mahulu) menjadi satu-satunya daerah yang belum memiliki Pengda.
Menurut Andi Patur, kondisi geografis Mahulu yang relatif sulit diakses serta masih minimnya peminat olahraga domino menjadi salah satu kendala pembentukan kepengurusan di wilayah tersebut.
Sejak kepengurusan PORDI Kaltim dilantik pada 2023, sejumlah agenda olahraga domino tingkat daerah dan nasional telah digelar. Kaltim juga telah dua kali menjadi tuan rumah event nasional, termasuk kejuaraan nasional yang sebelumnya diikuti 18 provinsi.
Untuk memperluas pembinaan, PORDI Kaltim menargetkan pengembangan organisasi hingga mampu mencapai sedikitnya 75 persen dari target yang ditetapkan dalam beberapa waktu ke depan.
“Kami akan selalu membenahi diri dan membangun infrastruktur. Mudah-mudahan kita mampu memberikan capaian minimal di angka 75 persen seperti yang target dalam beberapa waktu ke depan,” tuturnya.
Tambahnya, Pengda PORDI Berau saat ini juga tengah dipersiapkan dan ditargetkan segera dilantik.
“Saya berharap penambahan kepengurusan dan Gardu dapat memperluas pembinaan atlet domino di seluruh wilayah Kaltim,” tutupnya.

