SAMARINDA: Kota Samarinda menjadi tuan rumah Samarinda Domino Open Tournament Series IV yang diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang tersebut dinilai tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan antarpeserta.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, pihaknya merasa terhormat karena Samarinda dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan turnamen domino yang telah memasuki seri keempat tersebut.
“Samarinda sebagai tuan rumah merasa terhormat. Mudah-mudahan teman-teman juga yang datang ke Samarinda bisa menikmatinya,” ucapnya saat membuka Samarinda Tournament Domino di GOR Segiri, Sabtu, 12 September 2026.
Ia juga mengucapkan apresiasi kepada Ketua Umum dan Jajaran Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) pusat yang telah menyempatkan hadir di Samarinda.
Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai kota besar di Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri bagi Samarinda. Ia berharap para peserta yang datang tidak hanya mengikuti pertandingan, tetapi juga dapat menikmati suasana dan berbagai fasilitas di Kota Tepian.
Andi Harun juga menekankan bahwa turnamen tersebut seharusnya tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan. Menurutnya, nilai persaudaraan menjadi hal yang lebih penting untuk dibawa pulang seluruh peserta.
Ia mengibaratkan permainan domino dengan kehidupan. Tidak semua situasi dalam hidup berjalan sesuai dengan kondisi yang diharapkan, sehingga diperlukan kemampuan untuk menyikapi keadaan dan mengambil keputusan yang tepat.
“Permainan domino itu sama dengan hidup. Hidup selalu ingin ideal, tapi situasi hidup kita tidak selalu ideal. Tergantung bagaimana kita mensyukuri dan menjalankan situasi yang tidak ideal itu,” ujarnya.
Menurut Andi Harun, dalam permainan domino, pemain tidak selalu mendapatkan kartu yang ideal. Namun, kemenangan dapat ditentukan oleh strategi dalam memainkan kartu, membaca permainan lawan, serta mengambil keputusan pada waktu yang tepat.
“Domino itu tidak ditentukan selamanya oleh kartu yang baik. Kadang-kadang kita menerima kartu yang kurang ideal, tapi domino itu ditentukan oleh bagaimana strategi memainkan kartu yang tidak ideal itu, membaca permainan lawan dan mengeksekusi, mengambil keputusan yang tepat sehingga bisa menjadi pemenang,” jelasnya.
Meski demikian, jumlah pemenang dalam sebuah turnamen terbatas. Karena itu, menurutnya, seluruh peserta tetap dapat membawa pulang sesuatu yang lebih penting dari sekadar gelar juara.
“Pemenangnya boleh empat, tapi yang harus didapat semua adalah persaudaraan. Yang harus dibawa pulang semua adalah persaudaraan,” pungkasnya.

