SAMARINDA: Institut Keguruan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (IKIP PGRI) Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menyumbangkan 187 sarjana baru melalui Wisuda ke-XXXI yang digelar di Hotel Bumi Senyiur, Rabu, 21 Oktober 2026.
Rektor IKIP PGRI Kaltim Suriansyah mengatakan, para lulusan diharapkan mampu mengabdikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan untuk mendukung kemajuan pendidikan, khususnya di Kalimantan Timur (Kaltim) dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dari total 187 lulusan, sebanyak 58 mahasiswa berasal dari Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Program Studi Pendidikan Ekonomi.
Kemudian, 111 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, serta 18 mahasiswa dari Fakultas Pendidikan Teknik, Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif.
“Dengan bertambahnya 187 lulusan pada hari ini, maka total alumni IKIP PGRI Kalimantan Timur sudah mencapai kurang lebih 10.200 orang,” kata Suriansyah dalam sambutannya.
Ia menyebutkan, para alumni IKIP PGRI Kaltim telah tersebar di berbagai kabupaten dan kota, dengan peran dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pada wisuda kali ini, predikat lulusan terbaik dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi diraih Fristi Novianti dengan IPK 3,96.
Selain menghasilkan lulusan, IKIP PGRI Kaltim terus berupaya memperkuat kualitas kelembagaan, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana berbasis teknologi informasi.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni mendorong dosen melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral, aktif melakukan penelitian, serta meningkatkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, peningkatan kualitas dosen juga dilakukan melalui pengembangan jabatan fungsional dan sertifikasi dosen. Dalam satu bulan terakhir, dua dosen IKIP PGRI Kaltim berhasil memperoleh sertifikasi dosen.
Di bidang penelitian, kampus tersebut mencatat 15 karya penelitian dosen dan tujuh karya pengabdian kepada masyarakat pada 2026. Dua karya pengabdian di antaranya menerima hibah dari Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi.
IKIP PGRI Kaltim juga memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi, serta dunia usaha dan dunia industri. Kampus itu turut menjalin kemitraan untuk pelaksanaan program magang atau asistensi mengajar bagi mahasiswa.
Pada 2026, sebanyak 180 mahasiswa mengikuti kegiatan magang di 35 sekolah yang tersebar di enam kabupaten dan kota di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Suriansyah menambahkan, mahasiswa IKIP PGRI Kaltim juga menorehkan prestasi di berbagai kejuaraan olahraga tingkat nasional, di antaranya karate, hoki, dan bola tangan.
Ia berharap para lulusan tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter, etika, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, tantangan dunia pendidikan saat ini menuntut lulusan untuk terus berinovasi dan mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat.
“Jadilah pemimpin dan penggerak yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan karakter, etika, dan akhlak yang mulia,” pesannya kepada para wisudawan.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar menjaga nama baik almamater dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat.
Suriansyah menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XI, yayasan, serta seluruh pihak yang telah mendukung pengembangan IKIP PGRI Kaltim.
Ia berharap kerja sama dan sinergi yang terbangun dapat terus diperkuat untuk mewujudkan kampus yang mampu mencetak tenaga pendidik profesional, berkarakter, berbudaya, dan unggul.

