SAMARINDA: Lahan kosong di lingkungan sekolah di Kalimantan Timur (Kaltim) bakal dioptimalkan menjadi kawasan produktif untuk mendukung ketahanan pangan daerah.
Program yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim ini mencakup pengembangan peternakan, perkebunan, hingga penanaman berbagai tanaman buah-buahan.
Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, mengatakan pemanfaatan lahan sekolah tidak hanya bertujuan memperkuat ketersediaan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran vokasi bagi siswa sekolah menengah.
“Pemerintah memanfaatkan lahan-lahan tidur di sekolah sebagai lumbung pangan dan daging di Kaltim,” kata Armin di Samarinda, Jumat, 30 Oktober 2026.
Salah satu proyek percontohan dikembangkan di SMK Negeri 2 Tanah Grogot, Kabupaten Paser. Sekolah tersebut memiliki lahan kelapa sawit produktif seluas sekitar 100 hektare yang dikembangkan menjadi kawasan peternakan sapi terpadu untuk penggemukan dan pembiakan.
Pengembangan kawasan peternakan tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, pihak swasta, dan kalangan akademisi. Sejumlah pihak yang terlibat di antaranya perusahaan tambang setempat, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, serta Fakultas Peternakan Universitas Mulawarman.
Armin mengatakan pendampingan akademisi diperlukan untuk memastikan pengelolaan peternakan berjalan secara terukur dan sesuai dengan kaidah peternakan.
“Pendampingan akademis dari Fakultas Peternakan Unmul memastikan pengelolaan peternakan sapi berjalan terukur,” tuturnya.
Selain mengembangkan kawasan peternakan, Disdikbud Kaltim juga mendorong penguatan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bagi sekolah menengah kejuruan (SMK) di seluruh wilayah Kaltim.
Penguatan status BLUD diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pengelolaan sekolah, termasuk dalam pemeliharaan fasilitas dan pemanfaatan aset produktif. Dengan begitu, sekolah vokasi memiliki peluang memperkuat kemandirian finansial sekaligus meningkatkan mutu tata kelola.
Ke depan, Disdikbud Kaltim menargetkan seluruh lahan hijau di lingkungan sekolah ditanami pohon produktif pada 2028–2029. Tanaman yang dikembangkan antara lain kelapa genjah dan berbagai jenis tanaman buah-buahan.
Penanaman dan perawatan tanaman produktif tersebut diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan pangan daerah, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan serta menciptakan kawasan sekolah yang lebih hijau dan bermanfaat.

