BALIKPAPAN: Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Kalimantan Timur (Kaltim) melepas sekitar 143 orang yang akan terlibat dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026 di Kabupaten Paser.
Kontingen tersebut terdiri dari mahasiswa yang menjadi atlet, pelatih, wasit, juri, official, hingga panitia, Pelepasan berlangsung di Gedung IKIP PGRI Kaltim, Jumat, 6 November 2026.
Para mahasiswa itu akan mewakili sejumlah kabupaten dan kota di Kaltim dalam kompetisi olahraga tingkat provinsi.
Rektor IKIP PGRI Kaltim, Suriansyah, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam berbagai ajang olahraga sudah menjadi bagian dari kontribusi kampus. Hal itu didukung keberadaan program studi Pendidikan Kepelatihan dan Olahraga yang menampung mahasiswa dengan latar belakang atlet dari berbagai daerah.
“Setiap ada kegiatan Porprov, PON, SEA Games dan seterusnya yang terkait dengan pertandingan olahraga, selalu ada mahasiswa kami yang terlibat,” ujarnya seusai pelepasan.
Menurutnya, mahasiswa IKIP PGRI Kaltim berasal dari hampir seluruh kabupaten dan kota di Kaltim. Sebagian di antaranya telah menjadi atlet di daerah masing-masing sebelum menempuh pendidikan di kampus tersebut.
Dari total sekitar 143 orang yang dilepas, sebanyak 112 merupakan atlet, 12 pelatih, lima wasit dan juri, empat official, serta 10 orang yang dilibatkan dalam kepanitiaan oleh KONI Provinsi Kaltim.
Suriansyah berharap para atlet dapat menjadikan Porprov sebagai kesempatan mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding. Ia menegaskan, keberhasilan tidak hanya diukur dari raihan medali, tetapi juga dari proses belajar untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
“Kalau juara, alhamdulillah. Kalau tidak juara, mereka harus belajar banyak. Kita berharap mereka nanti bisa ke tataran lebih besar, ke SEA Games, bahkan kalau bisa ke kejuaraan dunia,” katanya.
Ia juga menilai prestasi olahraga dapat membuka peluang bagi masa depan mahasiswa. Selain mengharumkan nama daerah, atlet berprestasi dinilai memiliki kesempatan untuk memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.
Karena itu, kampus turut memberikan dukungan melalui kebijakan akademik. Mahasiswa yang berprestasi akan mendapat apresiasi berupa kemudahan dalam penyelesaian tugas akhir. Kampus juga memberikan dispensasi perkuliahan agar aktivitas latihan dan keikutsertaan dalam kejuaraan tidak terganggu.
“Kepada dosen-dosen juga sudah saya sampaikan, kalau mereka akan bertanding harus diizinkan. Tidak boleh ditahan atau dilarang,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Persiapan Porprov IKIP PGRI Kaltim Agung Sugiarto AIFO-Fit, menyebut keterlibatan mahasiswa tersebar di berbagai cabang olahraga. Cabang bela diri menjadi salah satu kelompok yang banyak diikuti, selain karate, bola voli, dan sepak bola.
Ia menyebut mahasiswa IKIP PGRI Kaltim juga akan mewakili hampir seluruh kabupaten dan kota di Kaltim. Selain itu, terdapat lima atlet yang mengikuti Porprov di Kalimantan Utara (Kaltara), dengan cabang bola voli sebagai salah satu yang dominan.
Agung menjelaskan, dukungan kampus diberikan terutama pada tahap persiapan. Mahasiswa difasilitasi untuk menjalani pemusatan latihan atau training center (TC), memanfaatkan sarana latihan kampus, serta memperoleh penyesuaian kegiatan akademik.
“Persiapan kita fasilitasi, termasuk untuk TC dan penggunaan fasilitas yang bisa menunjang latihan mahasiswa. Ada juga beberapa dispensasi supaya perkuliahan tidak mengganggu jam latihan maupun persiapan ujian,” jelasnya.
Untuk kebutuhan finansial selama mengikuti kompetisi, Agung mengatakan dukungan telah diberikan oleh pemerintah kabupaten dan kota yang diwakili para atlet.
Sementara itu, kampus berfokus pada persiapan, fasilitas, serta dukungan keilmuan melalui bidang kepelatihan olahraga guna membantu meningkatkan performa atlet.
Dengan dukungan tersebut, IKIP PGRI Kaltim berharap para mahasiswa mampu tampil maksimal dan meraih hasil terbaik, sekaligus membawa nama baik kampus serta daerah yang mereka wakili.

