
Bontang – Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang segera menyelesaikan pembangunan jembatan kayu di Kampung Selambai Kelurahan Loktuan.
Menurutnya, pekerjaan pembangunan jembatan kayu tersebut sangat lambat dan molor dari target waktu yang ditentukan.
“Pembangunan saat ini baru mencapai 36 persen sementara batas waktu ditentukan sampai bulan November,” ujarnya saat ditemui Narasi.co usai rapat bersama Dinas Perkim dan Bapelitbang di Sekretariat DPRD Bontang, Senin (11/10/2021).
Dengan pendeknya waktu tersisa, warga Kampung Selambai khawatir pembangunan jembatan tidak dapat diselesaikan tepat waktu.
“Warga di sana sudah resah dengan pembangunan jembatan yang tidak kunjung selesai,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan lambannya pembangunan diakibatkan kurangnya persediaan kayu ulin yang merupakan material dasar pembangunan jembatan kayu.
“Kurangnya pasokan kayu ulin karena daerah tempat kayu itu sekarang sulit diakses karena faktor cuaca,” terangnya.
Meski demikian, pihaknya meminta pemerintah untuk mendesak kontraktor yakni PT Mauriefic Putra Gemilang dan PT Devi Farhana Mandiri segera menyelesaikan pembangunan tersebut.
“Kasihan masyarakat di sana, jika lamban realisasi bangunan jalan kayu tentu berpengaruh pada aktivitas mereka,” tuturnya.
Sebagai informasi pembangunan jembatan kayu sepanjang 2,2 kilometer merupakan salah satu program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) skala permukiman dengan anggaran dari APBN senilai Rp 13,6 miliar.

