Kutai Kartanegara – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor mengunjungi para petani milenial di Desa Bukit Merdeka, Samboja. Mereka menegaskan akan mendukung sukses Kaltim berdaulat.
Saat tiba di lokasi, Isran langsung meninjau sekaligus memanen hasil karya usaha bisnis dari Duta Petani Milenial di Green House.
“Bibitnya dari Eropa. Anggur bibitnya dari Belanda dan satu dari Ukraina,” ujar Isran saat memberi arahan dalam Kunker “Petani Milenial Mendukung Kaltim Berdaulat” di Desa Bukit Merdeka, Samboja, Kamis (14/10/2021).
“Jadi memang luar biasa petani milenial kita ini,” puji Isran lagi.
Ia pun mengimbau para petani milenial untuk tidak ketinggalan zaman dan jangan sampai tidak bisa menggunakan potensi yang dimiliki.
“Jangan lagi kita mikir harus mendatangkan selada dari Belanda. Kita punya. Ternyata bisa tumbuh di sini,” terangnya.
Isran mengatakan, pertanian bisa terus berjalan dan tumbuh di mana saja selama ada potensi tanah lahan dan air hujan.
“Di atas atap aja tumbuh. Lumut,” canda Isran.
“Artinya ada sebuah kehidupan,” imbuhnya.
Menurutnya, pertanian di Samboja tersebut merupakan prestasi bagus yang harus dijaga dengan memikirkan lingkungannya.
“Karena kita diberi anugerah oleh Allah SWT. Lahan dan cuaca yang bagus,” tuturnya.
Ia juga mengajak para petani untuk tidak khawatir terkait lahan.
”Tidak usah mikir lahan. Lahannya itu bisa kita rekayasa dengan hidroponik. Banyak cara jangan khawatir,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk belajar berkompetisi membangun produk bernilai tinggi dan bermanfaat.
Isran menyebut saat ini merupakan musim bangkit setelah pandemi yang menimpa seluruh dunia. Dijelaskan Isran, harga komoditi melonjak terutama batu bara.
“Sayangnya petani Samboja tidak dapat menambang batu bara. Tapi jangan khawatir, gunakan potensi yang kita miliki, bertani,” jelasnya.

