Samarinda – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Hasto Wardoyo menyematkan penghargaan Manggala Karya Kencana kepada Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) H Isran Noor dan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor.

Ditemui di Pendopo Odah Etam Komplek Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Kamis (21/10/2021). Isran mengatakan, merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan besar bagi Kaltim bisa mendapatkan penghargaan Manggala Karya Kencana.
Penghargaan tersebut pun sebagai bukti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim terus berupaya menyejahterakan masyarakatnya. Namun, terdapat 2 dari 7 indikator yang harus dipenuhi, yakni menekan tingkat kematian bayi dan kematian ibu hamil (bumil).
Manggala Karya Kencana merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan pemerintah pusat melalui BKKBN kepada sosok yang dinilai mempunyai dedikasi tinggi terhadap program pengendalian penduduk.
“Kaltim dilihat dari indikator kesejahteraan masyarakat lumayan, tapi ada hal-hal yang perlu ditingkatkan, yakni menekan angka kematian bayi dan kematian ibu hamil. Saya akan segera mengevaluasi secara cepat dua indikator itu,” tegasnya.
Ia juga menyebut bahwa keluarga berencana terkait dengan hak asasi manusia. Oleh karena itu, semua tidak bisa dipaksakan. Namun lebih kepada membawa supaya sehat lahir batin.
Diceritakannya, pernah ada terobosan di Kota Bontang dalam upaya menekan angka tersebut, seperti bagi yang hamil tidak melakukan pemeriksaan rutin, maka tidak diperbolehkan melahirkan di puskesmas dan harus membayar.
“Dampaknya pun positif, akibatnya penduduk rajin periksa ke puskesmas. Jadi Kaltim pernah mencapai prestasi yang bagus akibat terobosan Kota Bontang,” puji Isran.
Sementara, Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo mengaku turut berbangga atas capaian yang diraih dan menyebut bahwa Kaltim sebagai tumpah darahnya.
“Secara biologis saya lahir di Yogyakarta, tapi mempertangungjawabkan diri dan bermanfaat bagi orang lain, saya lahir keduanya di Kaltim,” paparnya.
Hasto Wardoyo menambahkan, Kaltim baginya segala-galanya. Bahkan darah Kaltim telah tertanam di tubuhnya dan kapanpun selalu ada padanya.
Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo itu pun memuji bahwa indikator yang ada di Kaltim sudah luar biasa, namun ada sesuatu yang harus dilakukan bersama agar angka kematian bayi dan ibu hamil di Kaltim terus menurun.
“Dengan penyematan penghargaan di Kaltim ini, diharapkan bisa jadi motivasi atau contoh bagi provinsi lain,” harapnya.

