Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Mulawarman (Unmul) masa bakti 2021-2026 pasca dikukuhkan oleh Rektor Unmul Masjaya di Hotel Mercure Samarinda, Kamis (21/10/2021).

Melihat latar belakang karir maupun kepiawaian Ketua Pengurus Pusat IKA Unmul yang pernah mengenyam sebagai Bupati Kutai Timur tersebut, muncul berbagai harapan terhadapnya termasuk dari Rektor Unmul Masjaya.
Seperti disampaikan Masjaya pada sambutannya dalam pengukuhan itu, saat ini ibu kota negara (IKN) sudah pindah dan telah waktunya IKA Unmul mengambil peranan.
“Pak Isran dulu Bupati di Kutai Timur, sekarang Gubernur Kaltim. Insyaallah nanti menjadi pemimpin Indonesia. Perpindahnya IKN ke Kaltim juga merupakan tanda-tanda,” yakin Masjaya.
Perkembangan yang di daerah itu, menurut Masjaya sebuah tanda yang bukan direkayasa. Sejarahnya orang bisa menjadi besar terlihat pada sosok Isran. Karena bukan hanya berpikir untuk Kaltim, melainkan seluruh provinsi yang ada.
Sebelumnya, Ketum IKA Unmul Isran Noor menjelaskan, pengukuhan seharusnya dilaksanakan pada bulan Juni atau Juli. Namun tertunda karena pandemi Covid-19.
Sembari bercanda, Isran menyebut kalau Rektor Unmul Masjaya merupakan orang sakti, karena tidak semua bisa selamat dari wabah yang telah mendunia itu. Ia juga mengaku tertantang menjalani profesinya sebagai Ketum IKA Unmul.
“Bisa tidak saya melaksanakan ini dengan baik, itu yang jadi persoalan karena tidak gampang ngurus orang pintar semua,” canda Isran.
Kepada semua pengurus yang dilantik dapat segera melakukan hal yang sifatnya koorperatif, yakni bekerja sama dan saling mengingatkan.
“Apa yang dilakukan dua tahun terkahir IKA Unmul ya lumayan bagus menurut saya, walaupun menurut orang belum tentu,” katanya.
Peran positif yang dimaksud Gubernur Kaltim itu ialah seperti kegiatan kemanusiaan akibat Covid-19 seperti halnya bantuan kepada para mahasiswa Unmul yang tidak bisa pulang kampung.
“1.700 mahasiswa yang tidak bisa pulang di Unmul saat lockdown 2020 lalu, kita bagikan sembako,” jelasnya.
Dilanjutkan Isran, bantuan tersebut bukan dari IKA Unmul, melainkan atas dukungan berbagai pihak seperti CSR beberapa perusahaan, kemudian IKA Unmul hanya menyalurkannya.

