Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menerima penghargaan berupa Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2021 Kelas Informatif Kategori Provinsi.

Ketua PPID Kaltim Muhammad Faisal menyebut penghargaan tersebut memacu pihaknya untuk terus mengajak semua organisasi perangkat daerah (OPD) di Kaltim untuk bisa lebih transparan/terbuka.
“Mudah-mudahan tahun depan kita bisa masuk 5 besar,” harap Faisal saat diwawancarai awak media di Ruang Heart of Borneo Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (26/10/2021).
Faisal menyebut bahwa tahun ini Kaltim memang sedang bagus-bagusnya, terbukti penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim dari ranking delapan meningkat menjadi ranking tujuh.
Dilanjut Faisal, yang selama ini dilakukan sehingga bisa meningkat rankingnya tak lain adalah inovasi terutama di tengah pandemi.
“Salah satu yang kita unggulkan adalah Pintas (PPID Peduli Disabilitas),” jelasnya.
Sedangkan salah satu inovasi yang diapresiasi pusat adalah monitoring dan evaluasi (monev).
“Tahun lalu kita melakukan monev ke OPD-OPD. Dari OPD itulah kita bisa naik peringkat,” tuturnya.
Ia pun menyebut yang disoroti pada tahun ini ialah OPD kurang informatif dan tidak informatif.
“Sudah kita selesaikan 19 OPD, kami datangi dan progres mereka bahkan lebih cepat dari kami yang informatif,” terangnya.
Ia pun mengaku terkejut melihat pada tahun ini dua daerah besar di wilayah pulau Jawa tidak masuk 10 besar.
“Tahun ini surprise. Saya kaget juga lihat Jawa Barat dan Jawa Timur bisa keluar dari 10 besar,” ungkapnya.
Sehingga ia mengajak seluruh masyarakat Kaltim untuk bersyukur atas pencapaian tersebut.
Sementara itu, Gubernur Kaltim H Isran Noor menyebut prestasi yang didapat merupakan sumbangan para OPD semua.
“Kalo gubernur itu tidak ada apa-apanya,” ujar Isran merendah.

