Samarinda – Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Kota Samarinda Moh Ilham Agung Setyawan menyebutkan salah satu upaya pihaknya dalam menekan kasus peredaran narkotika di Lapas yakni dengan melakukan zero handphone.
Sebab bagi dia sumber permasalahan itu pasti berasal dari telepon genggam itu. Sehingga pihaknya pun bertekad untuk menciptakan zero handphone di wilayah Lapas Kelas II A Samarinda.
“Ya ketika para warga binaan menelepon orang lain, terus melakukan pemesanan, bisa saja diselipkan barang pesanan dengan cara mereka sendiri,” beber Ilham di kantor kerjanya yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Samarinda.
Ilham menerangkan, untuk menciptakan zero handphone, yang pertama tentu dilakukannya sosialisasi terhadap WBP dan itu sudah terlaksana.
“Itu sudah sering dilakukan, bahkan dari beberapa bulan lalu kami sosialisasi untuk menyerahkan handphone secara sukarela kepada pihak keluarga masing-masing, dan alhamdulilah itu sudah terlaksana,” kata Ilham.
Namun tidak dipungkiri kalaupun hal tersebut telah terlaksana, namun di hari berikutnya masih saja ada kejadian-kejadian di luar dugaan. Untuk menghindari adanya perbuatan-perbuatn oknum maka jajaran Lapas IIA Samarinda pun melakukan penggeledahan secara rutin.
“Penggeledahan atau razia handphone setiap minggu kita lakukan. Seminggu tiga kali bisa lebih. Kadang petugas mendapatkan handphone, kadang juga tidak. Nanti lusanya ada lagi,” akunya.
Sebagai Kalapas sambungnya, dia harus terus memberikan penguatan dan pemahaman baik kepada WBP maupun petugasnya hingga berpulang kepada hati nurani masing-masing.
“Bisa saja setelah saya berikan penguatan, dijawab iya, kemudian saat saya tidak ada, bisa saja ada yang melakukan. Kita mau ngomong apa. Ya mudah-mudahan di Lapas Samarinda tidak pernah terjadi,” tukasnya.
Di sisi lain Kalapas yang telah menjabat hampir dua tahun itu menegaskan kalau pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin agar kejadian-kejadian seperti demikian dapat terhalau.
Sementara upaya untuk menciptakan zero handphone di wilayah Lapas Kelas IIA Samarinda, Ilham membeberkan telah menyediakan warung telepon (wartel) gratis.
“Di depan blok ada beberapa bilik wartel untuk digunakan secara gratis, jumlahnya ada 9 wartel, terpenting tahu diri. Kalau temannya mengantri, saya kira cukuplah hanya tanya kabar sehat anak dan istri,” jelas Ilham.

