Samarinda-Isran Noor adalah tokoh politik yang unik. Ia pernah bercerita jika dirinya hampir saja menjadi calon pasangan Prabowo Subianto, pada pemilihan presiden tahun 2014. Namanya kemudian tenggelam, karena Prabowo lebih memilih politikus senior PAN, Hatta Rajasa, meski akhirnya pasangan itu kalah juga dari pasangan Joko Widodo-Yusuf Kalla.
Gagal jadi Wapres, Isran ternyata masih menyimpan cerita lain. Ia ‘hampir’ dipilih jadi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), meski faktanya tidak terjadi.
Kisah Isran hampir jadi Mendagri terungkap saat orang nomor satu Kaltim itu hadir dalam pelantikan Majelis Pengurus Wilayah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (MPW ICMI) Kaltim di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Rabu lalu.
Cerita bermula ketika Ketua Umum ICMI Pusat Prof Jimly Asshiddiqie yang melantik secara virtual MPW ICMI Periode 2019-2024 menyampaikan rasa inginnya berjumpa secara fisik dengan Gubernur Kaltim H Isran Noor, sahabat lamanya.
“Padahal saya kepingin sekali bertemu dengan Pak Gubernur ini. Sudah lama sekali tidak bersilaturahmi. Menjelang IKN ini, kita harus dekat-dekat dengan Pak Gubernur,” buka Jimly Asshiddiqie lewat saluran zoom meeting.
Isran lalu menjawab,”Kita terakhir bertemu kalau tidak salah sekitar tanggal 12, 11 Oktober 2014.”
Pertemuan itu ungkap Isran, dilakukan di kediaman purnawirawan jenderal di kawasan Senayan.
Sejumlah tokoh politik hadir, termasuk, Jimly dan Isran.
“Kami rapat bersama calon presiden yang akan dilantik 20 Oktober 2014 (Joko Widodo),” sebut Isran.
“Pada waktu itu, beliau (Jimly Asshiddiqie) diproyeksikan untuk menjadi calon Menteri Koordinator Kesejahteraan Sosial. Nah, saya diproyeksikan jadi calon Menteri Dalam Negeri,” sambung Isran.
Faktanya, proyeksi-proyeksi itu tak satupun jadi kenyataan. Posisi Mendagri ketika itu dipercayakan kepada politikus PDIP, Tjahjo Kumolo dan Menko PMK diberikan kepada Puan Maharani, juga tokoh PDIP.
“Prof Jimly Asshiddiqie adalah idola saya yang banyak berjasa dalam memperjuangkan hukum tata negara dan kepentingan bangsa ini,” puji Isran.
Apakah pernyataan Isran ini terkait dengan pemilihan presiden 2024 dan susunan kabinet pemerintahan selanjutnya. Menarik untuk ditunggu.

