SAMARINDA : Human centris yakni membangun lingkungan hidup semata-mata hanya untuk kepentingan manusia, akan merusak lingkungan, karena penghuni hutan diantaranya orang utan tidak punya rumah, ular mati, ikan habis, semua binatang selesai tidak ada masalah yang penting manusia selamat, itu human sentris.
Pegiat lingkungan dalam bincang-bincang dengan narasi.co, usai menerima penghargaan, ia mengatakan, akan lebih baik apabila membangun lingkunyan dengan cara environment centris.
“Kalau environment centris kita membangun lingkungan dengan memperhatikan lingkungan hidup karena manusia ada di dalamnya. Kita memperhatikaan biodiversitas satu kesatuan kehidupan antara manusia dan mahkluk Tuhan lainnya,” terangnya.
Sebagai informasi, pada Kamis, (5/1/2023) lalu Misman menerima piagam penghargaan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim sebagai Pelopor Lingkungan Hidup dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Pemprov Kaltim.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Kaltim Isran Noor didampingi Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Wakil Ketua I Muhammad Samsun, Wakil Ketua II Seno Aji dan Wakil Ketua III Sigit Wibowo.
Misman pun mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Pemprov Kaltim yang telah memberikan penghargaan tersebut.
“Terima kasih juga kawan-kawan saya yang mendukung terkait dengan upaya kami membangun lingkungan,” kata Misman.
Misman mengaku, membangun lingkungan sebenarnya tidak mudah dan tidak murah. Memerlukan tenaga, pikiran, biaya dan juga waktu.
Tak hanya Misman, bersama 22 tokoh berjasa dan masyarakat berprestasi lainnya turut menerima penghargaan yang diserahkan pada Rapat Paripurna DPRD Kaltim dengan agenda Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Provinsi Kalimantan Timur di Gedung B DPRD Kaltim Karang Paci Samarinda.

